Tampilkan postingan dengan label tips dan motivasi diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips dan motivasi diri. Tampilkan semua postingan

Menenal Kepribadian Melalui Golongan Darah


Lagi iseng-iseng browsing buat cari ide tema konsep naskah anak, gak sengaja liat resensi buku Touch My Heart : Mengenal Kepribadian Anak Menurut Golongan Darah, karya penulis dari Jepang yang bernama Toshitaka Nomi.
Hihiy... ternyata lucu juga buku ini bisa dijadikan panduan bagi perusahaan dalam mengenal karakter pribadi pekerjanya atau orang tua yang ingin menyelami sisi karakter sang anak sehingga akan lebih mudah dalam menyikapi dan memilih metode mendidik sang anak. Bahkan jangan heran jika di Jepang pun ada perusahaan yang hanya menerima orang-orang yang bergolongan darah A saja. Ada apakah dengan orang yang bergolongan darah A? Bahkan di sebuah pabrik di Jepang, 90% pekerjanya bergolongan darah A dan B, sisanya bergolongan darah O. Sungguh aneh memang dan di luar kebiasaan yang kita ketahui selama ini.

# GOLONGAN DARAH O

Tempramentnya :
- Berorientasi pada tujuan
- Memiliki keinginan yang lurus
- Tidak mau kalah
- Tidak suka dikontrol
- Bersifat romantis
- Memutuskan sesuatu berdasarkan fakta
- Mahir menggunakan bahasa yang baik
- Memiliki kesadaran sosial yang tinggi

Kelebihannya :
- Memiliki pemikiran dan rasa cinta yang kuat
- Memiliki keinginan untuk maju
- Benci kekalahan
- Memiliki harga diri yang tinggi
- Puitis, ingin membahagiakan orang lain
- Taat, Hangat, Bersahabat
- Tidak banyak bicara
- Keceriaan yang tidak dibuat-buat
- Memberikan teladan

Kekurangannya :
- Suka ikut campur
- Cenderung memutuskan sendiri
- Tidak peduli dengan perasaan orang lain
- Mudah grogi
- Terlalu PD saat mengucapkan opini sendiri
- Kekanak-kanakan
- Kurang akurat secara general
- Suka berkelahi, memberontak

___________________________________________________________

# GOLONGAN DARAH A

Tempramentnya :
- Khawatir terhadap sekeliling
- Menghormati aturan, tata cara
- Pemikirannya mudah berubah
- Pesimis terhadap masa depan
- Tahan untuk berupaya terus menerus
- Tidak puas dengan keadaan sekarang
- Ingin melakukan hal yang baik dalam hidupnya

Kelebihannya :
- Tidak mudah dibohongi
- Serius, tidak mau melanggar aturan
- Menghargai kerjasama tim
- Tidak ceplas-ceplos
- Dewasa, bertindak sesuai prinsip
- Berhati-hati, bijaksana
- Tegas, rapi, bersih, teratur
- Berperasaan halus
- Berbakat dan bermoral

Kekurangannya :
- Merasa benar sendiri
- Kalau ngambek, lama
- Suka ngotot
- Sedikit keras kepala
- Terlalu memusingkan apa kata lingkungan
- Gampang curiga
- Tidak pandai dalam mengambil keputusan

___________________________________________________________

# GOLONGAN DARAH B

Tempramentnya :
- Memiliki jalan sendiri, benci pembatasan
- Memiliki pemikiran dan fleksibel
- Menghargai keputusan yang akurat
- Pemikirannya praktis dan spesifik
- Berkonsenstrasi pada banyak hal
- Selalu optimis terhadap masa depan
- Sakit hatinya mudah sembuh
- Gejolak perasaannya besar

Kelebihannya :
- Simple tapi memiliki percaya diri
- Hidup untuk pekerjaan dan masyarakat
- Gigih, tekun
- Menggunakan pengalaman sebagai sesuatu yang berharga
- Berpikir positif
- Berani tapi kadang kekanak-kanakan
- Tidak menyembunyikan hati dengan kejujuran
- Perencanaannya bersifat praktis
- Kaya ide, demokratis, tulus
- Tenang, gampang mengerti, menarik
- Pembawaannya hangat

Kekurangannya :
- Terkadang tidak masuk akal
- Mudah dijebak
- Tidak punya mimpi
- Tindakannya sering berbeda dari yang lain
- Banyak komplain
- Tidak pasti, tidak tegas, bimbang
- Kurang cermat
- Suka melawan

___________________________________________________________

# GOLONGAN DARAH AB

Tempramentnya :
- Pertimbangan dan analisisnya tajam
- Pandai membina hubungan
- Kontrol emosinya kurang
- Tertarik akan fantasi / dongeng
- Berkonsentrasi tinggi tapi tidak bisa mempertahankannya
- Membenci kemunafikan

Kelebihannya :
- Ceria, manis, cerdas
- Loyal, pandai, adil
- Suka memberi bantuan
- Berkepala dingin
- Memiliki keinginan besar
- Efisien, cepat dalam menangkap hal penting
- Hobinya banyak
- Konsisten
- Sopan, rendah hati, sederhana

Kekurangannya :
- Tekadnya kurang bulat
- Tidak suka mengambil resiko
- Tidak terlalu mementingkan formalitas
- Kurang menyenangkan
- Pandai dalam pembenaran diri
- Kurang sabar
- Monoton
- Berkarakter ganda
- Mudah menyerah
- Tidak membereskan apap yang telah dilakukan
- Tidak cukup kebebasan
- Suka mengkritik
- Sering menyakiti perasaan orang lain

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

RAHASIA SUKSES ORANG JEPANG


1. Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

2. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini

7. Budaya Baca
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.
Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS