50 POPE URBAN II (1042-1099)


Terus terang saja, tak banyak lagi orang yang ingat siapa itu Paus Urban II, walaupun sesungguhnya tidak banyak orang yang punya pengaruh begitu kuat dan langsung dalam sejarah manusia seperti Paus Urban II. Apa sebab? Karena dialah Paus yang menggerakkan orang Kristen berperang merebut kembali tanah suci dari orang-orang Islam. Dari situlah bermula Perang Salib.

Paus Urban --nama aslinya Odo de Lagery-- dilahirkan sekitar tahun 1042 dekat kota Chatillon-sur-Marne di Perancis. Dia berasal dari famili bangsawan Perancis dan peroleh pendidikan yang baik. Selagi muda dia seorang pendeta di kota Rheims. Kemudian, naik setingkat demi setingkat, jadi bishop, lantas akhirnya terpilih jadi Paus tahun 1088.

Dia seorang Paus yang kuat, efektif dan politikus peka menghadapi keadaan yang menguntungkan. Tapi, bukan lantaran itu semua yang membikin namanya tercantum dalam urutan daftar buku ini. Tindakan yang terutama membikin dia dikenang adalah kejadian tanggal 27 Nopember 1095. Dia memprakarsai dan menggerakkan suatu persidangan dewan gereja yang besar di kota Clermont, Perancis. Di sana, di muka beribu-ribu massa Urban mengucapkan pidato yang barangkali paling efektif dalam sejarah, suatu pidato yang mempengaruhi Eropa berabad-abad berikutnya. Dalam pidatonya itu dia memprotes keras terhadap orang Seljuk Turki yang dianggapnya menduduki Tanah Suci, mengotori tempat-tempat keramat orang Kristen dan mengganggu peziarah-peziarah Kristen. Urban berseru kepada seluruh dunia Kristen bersatu gandeng-bergandeng tangan dalam sebuah "perang suci" untuk merebut kembali Tanah Suci orang Kristen. Pidato itu memang brilian. Dia menggugah sentimen agama, dia menggugah hasrat-hasrat manusiawi yang lazim, dia memberi gambaran kebahagiaan bukan saja spiritual melainkan pula material. Dia tunjukkan dalam pidato yang hebat itu betapa Tanah Suci itu merupakan daerah subur dan kaya, jauh lebih subur dan kaya ketimbang negeri-negeri orang Kristen di Eropa. Dan tak lupa Urban menjamin barang siapa yang ikut Perang Salib ini akan terbebas dari hukuman balasan, akan terbebas dari dosa.

Tentu saja, pidato yang begitu memikat ditilik dari segala sudut, mendapat sambutan meriah dan menggemparkan. Motif-motif kepentingan pribadi bergejolak dan mencari pintu pemenuhannya. Sebelum dia mengakhiri pidatonya, massa banyak berteriak, "Deus le Volt!" (Tuhan menghendakinya). Teriakan ini segera menjadi teriakan perang para peserta Perang Salib. Dalam tempo hanya selang beberapa bulan, Perang Salib pertama pun meledak. Ledakan pertama ini diikuti dengan rentetan panjang perang suci (ada delapan perang besar dan banyak perang kecil lainnya) yang memakan waktu sekitar 200 tahunan. Urban sendiri wafat tahun 1099, dua minggu sesudah Perang Salib pertama berhasil merebut Darussalam. Tampaknya, berita itu belum sampai ke telinga Urban. Dia sudah tiada lebih dulu.

Tampaknya kurang begitu perlu menjelaskan arti penting Perang Salib. Seperti halnya tiap perang, perang apa saja, peristiwa itu punya pengaruh langsung terhadap mereka yang terlibat, begitu pula terhadap penduduk sipil yang kena tawan. Bagaimanapun layak dicatat, Perang Salib mendekatkan Eropa dengan Byzantium dan budaya Islam yang saat itu lebih maju ketimbang budaya Eropa. Kontak ini merintis jalan ke arah jaman "Renaissance" yang pada gilirannya lebih menyemarakkan perkembangan peradaban Eropa.

Paus Urban II tercantum di daftar ini bukan semata lantaran arti pentingnya dalam hubungan Perang Salib, tetapi tampaknya perang itu tak akan pecah andaikata Urban tidak pernah hadir di dunia ini dan tanpa inspirasi yang diberikannya. Memang, kondisinya sudah matang. Sebab, kalau kondisinya belum sampai begitu, pidato Urban hanya seperti jatuh ke kuping orang tuli. Tidak akan ada pengaruh apa-apa. Tetapi, memang memulai suatu gerakan di Eropa memerlukan kepemimpinan tokoh sentral. Tak ada raja-raja setempat yang becus melakukan itu. (Taruhlah andaikata seorang kaisar Jerman memaklumkan perang melawan Turki dan menggerakkan Angkatan Bersenjatanya, rasanya boleh diragukan akan banyak pangeran-pangeran Inggris yang menyertainya). Hanya ada satu tokoh di Eropa Barat yang kekuasaan dan wibawanya mampu melangkahi perbatasan negeri. Dan orang itu adalah Paus. Cuma Paus yang mampu mengusulkan rencana yang melibatkan seluruh kerajaan Eropa Barat dengan harapan sebanyak mungkin orang ambil bagian. Tanpa kepemimpinan Paus dan tanpa pidato dramatis yang diucapkannya, gerakan massa yang namanya Perang Salib itu tak akan pernah terjadi.

Begitu juga, andaikata ada Paus lain, kecil kemungkinan dia melangkah ke depan menyuguhkan suatu ide Perang Salib. Sebab, usul macam begini bukanlah suatu sikap praktis. Sebab umumnya pemimpin yang menengok ke kanan dan ke kiri berulang kali sebelum mengambil sikap biasanya enggan menentukan garis langkah yang menyimpang dari kebiasaan, karena konsekuensinya sulit diramalkan. Mengandung keserbatidakpastian. Tetapi, Paus Urban II berani berbuat begitu. Dan dengan langkah itu malahan dia menjadi tokoh yang lebih besar dan memberikan pengaruh jangka panjang kepada sejarah kemanusiaan, lebih melekat ketimbang lain-lain manusia masyhur.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

51. `UMAR IBN AL-KHATTAB (± 586-644)


Sebuah mesjid di Kairo diberi nama "Mesjid Umar ibn al-Khattab"
`Umar Ibn al-Khattab adalah khalifah kedua, dan mungkin terbesar dari semua khalifah Islam. Dia sejaman namun lebih berusia muda ketimbang Nabi Muhammad. Dan seperti juga Muhammad, dia kelahiran Mekkah. Tahun kelahirannya tidak diketahui, tetapi menurut taksiran tahun-586.

Asal-muasalnya `Umar Ibn al-Khattab merupakan musuh yang paling ganas dan beringas, menentang Muhammad dan Agama Islam habis-habisan. Tetapi, mendadak dia memeluk agama baru itu dan berbalik menjadi pendukung gigih. (Ini ada persamaannya yang menarik dengan ihwal St. Paul terhadap Kristen). `Umar Ibn al-Khattab selanjutnya menjadi penasihat terdekat Nabi Muhammad dan begitulah dilakukannya sepanjang umur Muhammad.

Tahun 632 Muhammad wafat, tanpa menunjuk penggantinya. Umar dengan cepat mendukung Abu Bakr sebagai pengganti, seorang kawan dekat Nabi dan juga mertua beliau. Langkah ini mencegah ada kekuatan dan memungkinkan Abu Bakr secara umum diakui sebagai khalifah pertama, semacam "pengganti" Nabi Muhammad. Abu Bakar merupakan pemimpin yang berhasil tetapi beliau wafat sesudah jadi khalifah hanya selama dua tahun. Tetapi, Abu Bakr menunjuk `Umar jadi khalifah tahun 634 dan memegang kekuasaan hingga tahun 644 tatkala dia terbunuh di Madinah oleh perbuatan seorang budak Persia. Di atas tempat tidur menjelang wafatnya, `Umar menunjuk sebuah panita terdiri dari enam orang untuk memilih penggantinya. Dengan demikian lagi-lagi kesempatan adu kekuatan untuk kekuasaan terjauh. Panitia enam orang itu menunjuk `Uthman selaku khalifah ke-3 yang memerintah tahun 644-656.

Dalam masa kepemimpinan sepuluh tahun `Umar itulah penaklukan-penaklukan penting dilakukan orang Arab. Tak lama sesudah `Umar pegang tampuk kekuasaan sebagai khalifah, pasukan Arab menduduki Suriah dan Palestina, yang kala itu menjadi bagian Kekaisaran Byzantium. Dalam pertempuran Yarmuk (636), pasukan Arab berhasil memukul habis kekuatan Byzantium. Damaskus jatuh pada tahun itu juga, dan Darussalam menyerah dua tahun kemudian. Menjelang tahun 641, pasukan Arab telah menguasai seluruh Palestina dan Suriah, dan terus menerjang maju ke daerah yang kini bernama Turki. Tahun 639, pasukan Arab menyerbu Mesir yang juga saat itu di bawah kekuasaan Byzantium. Dalam tempo tiga tahun, penaklukan Mesir diselesaikan dengan sempurna.

Penyerangan Arab terhadap Irak yang saat itu berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Persia telah mulai bahkan sebelum `Umar naik jadi khalifah. Kunci kemenangan Arab terletak pada pertempuran Qadisiya tahun 637, terjadi di masa kekhalifahan `Umar. Menjelang tahun 641, seseluruh Irak sudah berada di bawah pengawasan Arab. Dan bukan cuma itu: pasukan Arab bahkan menyerbu langsung Persia dan dalam pertempuran Nehavend (642) mereka secara menentukan mengalahkan sisa terakhir kekuatan Persia. Menjelang wafatnya `Umar di tahun 644, sebagian besar daerah barat Iran sudah terkuasai sepenuhnya. Gerakan ini tidak berhenti tatkala `Umar wafat. Di bagian timur mereka dengan cepat menaklukkan Persia dan bagian barat mereka mendesak terus dengan pasukan menyeberang Afrika Utara.
Sama pentingnya dengan makna penaklukan-penaklukan yang dilakukan `Umar adalah kepermanenan dan kemantapan pemerintahannya. Iran, kendati penduduknya masuk Islam, berbarengan dengan itu mereka memperoleh kemerdekaannya dari pemerintahan Arab. Tetapi Suriah, Irak dan Mesir tidak pernah peroleh hal serupa. Negeri-negeri itu seluruhnya di-Arabkan hingga saat kini.

`Umar sudah barangtentu punya rencana apa yang harus dilakukannya terhadap daerah-daerah yang sudah ditaklukkan oleh pasukan Arab. Dia memutuskan, orang Arab punya hak-hak istimewa dalam segi militer di daerah-daerah taklukan, mereka harus berdiam di kota-kota tertentu yang ditentukan untuk itu, terpisah dari penduduk setempat. Penduduk setempat harus bayar pajak kepada penakluk Muslimin (umumnya Arab), tetapi mereka dibiarkan hidup dengan aman dan tenteram. Khususnya, mereka tidak dipaksa memeluk Agama Islam. Dari hal itu sudahlah jelas bahwa penaklukan Arab lebih bersifat perang penaklukan nasionalis daripada suatu perang suci meskipun aspek agama bukannya tidak memainkan peranan.

Keberhasilan `Umar betul-betul mengesankan. Sesudah Nabi Muhammad, dia merupakan tokoh utama dalam hal penyerbuan oleh Islam. Tanpa penaklukan-penaklukannya yang secepat kilat, diragukan apakah Islam bisa tersebar luas sebagaimana dapat disaksikan sekarang ini. Lebih-lebih, kebanyakan daerah yang ditaklukkan dibawah pemerintahannya tetap menjadi Arab hingga kini. Jelas, tentu saja, Muhammadlah penggerak utamanya jika dia harus menerima penghargaan terhadap perkembangan ini. Tetapi, akan merupakan kekeliruan berat apabila kita mengecilkan saham peranan `Umar. Penaklukan-penaklukan yang dilakukannya bukanlah akibat otomatis dari inspirasi yang diberikan Muhammad. Perluasan mungkin saja bisa terjadi, tetapi tidaklah akan sampai sebesar itu kalau saja tanpa kepemimpinan `Umar yang brilian.

Memang akan merupakan kejutan --buat orang Barat yang tidak begitu mengenal `Umar-- membaca penempatan orang ini lebih tinggi dari pada orang-orang kenamaan seperti Charlemagne atau Julius Caesar dalam urutan daftar buku ini. Soalnya, penaklukan oleh bangsa Arab di bawah pimpinan `Umar lebih luas daerahnya dan lebih tahan lama dan lebih bermakna ketimbang apa yang diperbuat oleh Charlemagne maupun Julius Caesar.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

52. ASOKA (300 SM-±232 SM)


Raja terpenting dalam sejarah India mungkin sekali Asoka, penguasa ketiga dinasti Maurya dan cucu pendiri dinasti itu, Chandragupta Maurya. Chandragupta seorang pimpinan militer India yang --dalam saat nyaris berbarengan dengan peperangan yang dilancarkan Alexander Yang Agung-- menaklukkan hampir seluruh bagian India Utara, dan dengan sendirinya bisalah dianggap sebagai pendiri pertama sebuah kekaisaran besar di India.

Tahun kapan persisnya kelahiran Asoka tidak diketahui. Mungkin sekali mendekati tahun 300 SM dan dia naik tahta sekitar tahun 273 SM. Pada mulanya dia mengikuti saja jejak sang buyut dan berusaha meluaskan daerah kekuasaan lewat aksi militer. Pada tahun ke-8 pemerintahannya dia membereskan peperangan yang sukses terhadap Kalinga, negara di pantai timur India (kira-kira letak Orissa sekarang ini). Tetapi, begitu dia sadari betapa dahsyatnya harga yang mesti ditebus untuk kemenangan ini, Asoka merasa terpukul batin. Seratus ribu orang terbunuh, dan beratus ribu orang terluka. Tertekan dan merasa berdosa, Asoka berkeputusan menghentikan gerakan militer menaklukkan India, dan bersamaan dengan itu menjauhkan diri dari perbuatan agresif, dia menjadi pemeluk Buddha dan menerima filosofinya, mencoba mempraktekkan nilai-nilai "dharma" yang mengandung suruhan menjalankan kebenaran, kebajikan dan ketidakagresifan.

Buat pribadinya sendiri Asoka berhenti berburu dan menjadi "vegeterian" (tidak makan daging kecuali sayuran). Dalam segi-segi penting lain masih banyak sikap-sikap kemanusiaan yang dianutnya. Dia mendirikan rumah-rumah sakit dan tempat-tempat peribadatan, mengeluarkan aturan-aturan yang meringankan buat penduduk, membangun jalan-jalan dan memajukan perairan. Bahkan Asoka secara khusus menunjuk pejabat pemerintah yang disebut "pejabat dharma", bertugas menyuruh rakyat supaya beribadah kepada Tuhan, supaya mengembangkan semangat hidup berbaik-baik sesama manusia. Semua agama mendapat tempat yang sama di wilayah kerajaannya. Toleransi Asoka tampak nyata sekali, walau Agama Buddha peroleh perhatian khusus yang menguntungkan pertumbuhan agama itu. Utusan-utusan Buddha dikirim ke luar negeri, dan missi mereka mencapai hasil besar khususnya di Srilangka.
Asoka memerintahkan mencatat kehidupan dan langkah kebijaksanannya yang ditulis di tiang-tiang atau batu-batu karang tersebar di seluruh negeri. Banyak monumen-monumen itu masih bisa tahan hingga sekarang.

Penempatan monumen-monumen itu secara geografis memungkinkan kita peroleh informasi yang dapat dipercaya mengenai luas kekuasaan Asoka, dan tulisan-tulisan yang tertera di atasnya merupakan sumber utama pengetahuan kita mengenai kariernya. Secara kebetulan, tiang-tiang ini juga dianggap sebagai hasil kerja seni tingkat tinggi.

Dalam tempo lima puluh tahun sesudah Asoka wafat, Kerajaan Mauryan berantakan dan tak pernah bisa bangkit kembali. Sementara itu, melalui dukungannya kepada Agama Buddha, pengaruh jangka panjang Assoka terhadap dunia dengan sendirinya menjadi amat luas. Tatkala dia naik tahta, Agama Buddha masih kecil sekali penganutnya, cuma bersifat lokal, dikenal cuma di bagian barat laut India. Tetapi, tatkala wafatnya, penganutnya sudah meliputi seluruh India dan dengan cepat pengaruhnya sudah menyebar ke negeri-negeri tetangga. Lebih dari siapa pun juga --kecuali Gautama sendiri--Asoka adalah seorang yang bertanggung jawab atas berkembangnya Agama Buddha menjadi agama besar dunia.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

53. ST. AUGUSTINE (354-430)


Augustine, yang hidup di saat tahun-tahun Kekaisaran Romawi sedang merosot, tak pelak lagi seorang teolog terbesar pada jamannya. Tulisan-tulisannya dengan sangat mendasar dan dalam mempengaruhi doktrin dan sikap Kristen sepanjang Abad Tengah bahkan masih tetap terpengaruh hingga saat ini.
Lahir tahun 354 di kota Tagaste (sekarang bernama Souk-Ahras di Aljazair), kira-kira empat puluh lima mil arah selatan kota pantai terbesar Hippo (kini Annaba). Ayahnya seorang tak beragama, sedangkan ibunya pemeluk Kristen yang taat. Sebagai anak kecil dia tidak dibaptis.

Bahkan pada saat dewasa pun kecerdasan Augustine mengesankan dan pada umur enam belas tahun dia dikirim ke Carthago untuk menuntut ilmu. Di sana dia punya simpanan dan punya anak tidak sah. Di umur sembilan belas dia memutuskan belajar filosofi. Tak lama sesudah itu dia jadi pemeluk Manichaeisme, "agama" yang didirikan sekitar tahun 240 oleh seorang "nabi" bernama Mani. Buat si muda Augustine, Agama Kristen tak punya mutu sedangkan Manichaeisme masuk akalnya. Tetapi, selang masa sembilan tahun berikutnya, dia sedikit demi sedikit mulai sadar apa itu Manichaeisme. Dan tatkala umurnya menginjak dua puluh sembilan, dia pindah ke Roma. Hanya sebentar di situ dia pindah lagi ke Milan di bagian utara Itali. Di sini dia menjadi guru besar ilmu retorika. Di sinilah dia mulai berkenalan dengan faham Neoplatonisme, versi penyempurnaan filosofi Plato yang sudah dikembangkan oleh Plotinus di abad ke-3.

Biskop Milan waktu itu St. Ambrose, Augustine menyimak beberapa khotbahnya yang memperkenalkannya kepada pengertian dan aspek baru kekristenan yang lebih bernilai. Pada umur tiga puluh dua Augustine menjadi pemeluk Kristen, sehingga orang yang tadinya ragu-ragu kini menjadi pemeluk yang taat. Tahun 387 Augustine dibaptis oleh Ambrose dan sesudah itu kembalilah ia ke kota asalnya Tagaste.

Tahun 391 Augustine menjadi asisten biskop Hippo. Tatkala lima tahun kemudian sang biskop meninggal dunia, Augustine yang kini berumur empat puluh dua tahun menggantikan kedudukannya. Dan duduklah ia dalam jabatan itu hingga akhir hayat.

Meski Hippo bukanlah kota yang berarti, kecemerlangan Augustine begitu menonjol sehingga dalam tempo singkat dia jadi salah seorang pemimpin yang dihormati di kalangan gereja. Keadaan tubuh Augustine tidaklah sempurna, karena itu dia dibantu oleh penulis cepat dan lewat cara begitulah dia banyak menulis karangan-karangan agama. Sekitar 500 petuah tertulisnya masih diketemukan sekarang, berikut 200 surat-suratnya. Dari sekian bukunya, dua diantaranya amat masyur dan berpengaruh The City of God dan Confessions. Yang disebut belakangan itu merupakan buku otobiografi terbaik yang pernah dibuat orang tatkala umurnya memasuki empat puluhan.

Banyak surat-surat Augustine dan petuah-petuah rohaninya ditujukan untuk membantah faham Manichaeisme, penganut Donastis (sebuah sekte Kristen murtad), dan kaum Pelagian (para pembangkang gereja saat itu). Pertentangannya dengan kaum Pelagian membentuk bagian penting dan doktrin keagamaan Augustine. Pelagius adalah seorang pendeta Inggris yang datang berkunjung ke Roma sekitar tahun 400 dan di sana menyebarkan pelbagai doktrin teologi yang menarik. Masing-masing kita --kata Pelagius--tidaklah dibebani dosa orisinal yang terbawa sejak lahir, dan masing-masing kita punya kebebasan untuk memilih kebaikan dan keburukan. Dengan hidup yang lempang dan kerja baik, tiap pribadi akan terbebas dari beban dosa.

Sebagian lantaran pengaruh tulisan-tulisan Augustine, pandangan Pelagius dicap sebagai faham yang menyimpang, dan Pelagius sendiri (yang sudah dienyahkan dari Roma) dikucilkan. Menurut Augustine, semua orang tercemar oleh dosa Adam. Manusia tak berkesanggupan peroleh pengampunan dosa semata-mata lewat usaha sendiri dan kerja baik: berkah dan restu Tuhan penting dalam hal pengampunan dosa. Pendapat yang serupa sebenarnya pernah diutarakan orang, tetapi Augustine memperjelasnya dan tulisan-tulisannya memperkokoh kedudukan gereja dalam segi ini yang di hari kemudian dijadikan pegangan.

Augustine beranggapan bahwa Tuhan sudah maklum siapa yang mau diselamatkan dan siapa yang tidak, dan sebagian dari kita sudah ditakdirkan untuk jadi selamat. Pendapat tentang takdir ini menjadi berkembang dan berpengaruh melalui pendapat teolog-teolog yang menyusul belakangan seperti St. Thomas Aquinas dan John Calvin.

Mungkin yang lebih penting dari doktrin takdir adalah sikap Augustine yang berkaitan dengan seks. Tatkala dia memeluk Agama Kristen, Augustine sudah ambil keputusan bahwa untuk dirinya sendiri perlu menjauhi seks. (Pernah sekali dia menulis, "Tak ada yang lebih perlu dihindari daripada hubungan seks"). Dalam pelaksanaan penolakan ini membuktikan betapa sulit buat Augustine. Baik perjuangan pribadinya maupun pandangan-pandangannya tentang masalah ini dipaparkan panjang-lebar dalam bukunya Confessions (Pengakuan). Pandangan yang dilontarkannya di sini --karena besarnya pengaruh Augustine-- menentukan pembentukan sikap yang kuat terhadap sikap abad pertengahan terhadap seks. Tulisan-tulisan Augustine berkaitan satu sama lain antara "dosa bawaan" dan gairah atas seks.

Di masa hidupnya Augustine, kekaisaran Romawi sedang merosot dengan derasnya. Buktinya, di tahun 410 kota Roma diduduki oleh kaum Visigoth di bawah pimpinan Alaric. Sudah barang tentu sisa-sisa orang Roma yang tidak percaya kepada Tuhan menganggap bahwa orang Roma kena kutuk dewa karena mereka memeluk Agama Kristen yang baru. Buku Augustine yang masyhur The City of God sebagiannya merupakan pembelaan Kristen terhadap tuduhan ini. Buku itu juga mengandung filosofi kesejarahan, yang akhirnya mempengaruhi perkembangan Eropa. Augustine menandaskan pendapat bahwa kekaisaran Romawi tidak punya makna dasar yang penting, begitu juga kota Roma, dan begitu pula kota mana pun juga di bumi. Yang sesungguhnya penting adalah tumbuhnya "kota Surgawi", yaitu kemajuan spiritual kemanusiaan. Alat untuk kemajuan ini adalah, tentu saja, gereja. ("Tak ada pengampunan di luar gereja"). Karena itu, para kaisar, baik dia penyembah berhala maupun Kristen atau barbar, tidaklah sepenting Paus atau gereja.

Meskipun Augustine sendiri tidak melakukan langkah final, dorongan dari argumennya memudahkan terbentuknya kesimpulan bahwa penguasa yang ada sekarang mesti berada di bawah Paus. Para Paus abad tengah bersorak sorai mendengar kesimpulan ini dan doktrinnya menjadi dasar pertentangan yang berjangka lama antara gereja dan negara yang menjadi ciri sejarah Eropa selama berabad-abad.
Tulisan-tulisan Augustine merupakan faktor penerus dari aspek tertentu filosofi Yunani menjadi filosofi Eropa abad tengah. Khususnya, Neoplatonisme amat kuat mempengaruhi kedewasaan berpikir Augustine, dan melalui Augustine mempengaruhi filosofi gereja abad pertengahan. Dan cukup menarik untuk dicatat bahwa Augustine memaparkan gagasannya sebelum pernyataan Descartes yang masyhur, "Saya berpikir, karena itu saya ada." Tentu saja dalam bahasa yang berbeda.

Augustine adalah teolog Kristen terbesar terakhir sebelum abad gelap, dan karya tulisannya membuahkan doktrin gereja dalam semua garis besarnya, dan dalam bentuk kasarnya, sepanjang abad pertengahan. Dia adalah orang yang paling menonjol dari para pendiri gereja Latin, dan buah pikirannya luas tersebar dan terbaca di kalangan pendeta. Pandangan tentang pengampunan, seks, dosa orisinal. atau dosa bawaan dan banyak lagi masalah-masalah pokok satu sama lain punya hubungan yang berpengaruh. Banyak teolog Katolik di belakang hari seperti St. Aquinas, begitu pula pemuka-pemuka Protestan seperti Luther dan Calvin menghirup air pengaruhnya.

Augustine wafat tahun 430 di Hippo pada umur tujuh puluh enam tahun. Kaum Vandal, salah satu suku barbar yang menyerbu dan mengobrak-abrik kekaisaran Romawi, sedang mengepung kota Hippo saat itu. Sebulan kemudian mereka menduduki kota dan membumihangusnya. Tetapi, perpustakaan serta gereja Augustine terhindar dari malapetaka itu.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

54. MAX PLANCK (1858-1947)


Bulannya Desember, tahunnya 1900. Dunia ilmu terperanjat dan terlompat dari tempat duduknya. Apa yang terjadi? Seorang ahli fisika Jerman, Max Planck, umumkan dia punya hipotesa yang berani. Dia bilang radiant energi (energi gelombang cahaya) tidaklah mengalir dalam arus yang kontinyu, tetapi terdiri dari potongan-potongan yang disebutnya quanta. Hipotesa Planck yang bertentangan dengan teori klasik tentang cahaya dan elektro magnetik ini merupakan titik mula dari teori kuantum yang sejak itu merevolusionerkan bidang fisika dan menyuguhkan kita pengertian yang lebih mendalam tentang alam benda dan radiasi.

Dilahirkan tahun 1858 di kota Kiel, Jerman, dia belajar di Universitas Berlin dan Munich, peroleh gelar Doktor dalam ilmu fisika dengan summa cum laude dari Universitas Munich selagi berumur baru dua puluh satu tahun. Sebentar dia mengajar di Universitas Munich, kemudian di Universitas Kiel. Di tahun 1889 dia jadi mahaguru Univeristas Berlin sampai pensiunnya tiba tatkala usianya mencapai tujuh puluh. Itu tahun 1928.

Planck, seperti halnya ilmuwan lain, tertarik dengan "radiasi kuantitas gelap," julukan buat radiasi elektromagnetik dikeluarkan oleh obyek gelap sempurna apabila dipanaskan. (Suatu obyek gelap sempurna dijelaskan sebagai sesuatu yang tidak memantulkan cahaya, tetapi sepenuhnya menyerap semua cahaya yang jatuh di atasnya). Percobaan-percobaan para ahli fisika telah membuat ukuran yang hati-hati perihal radiasi yang dikeluarkan oleh obyek itu bahkan sebelum Planck bekerja dalam masalah itu. Hasil karya Planck pertama adalah penemuannya dalam hal formula secara aljabar yang ruwet yang dengan tepat menggambarkan "radiasi kuantitas gelap." Formula ini yang kerap digunakan dalam teori fisika sekarang dengan rapi meringkas data-data percobaan. Tetapi ada satu masalah: hukum fisika yang sudah diterima meramalkan adanya suatu formula yang samasekali berbeda.

Planck berkecimpung dalam-dalam terhadap soal ini dan akhirnya tampil dengan teori baru yang radikal: energi radiant cuma keluar pada pergandaan yang tepat dari unit elementer yang disebut Planck "kuantum". Menurut teori Planck, ukuran kuantum cahaya tergantung pada frekuensi cahaya (misalnya pada warnanya), dan juga berimbang dengan kuantitas fisik yang oleh Planck diringkas dengan "h", tetapi sekarang disebut "patokan Planck." Hipotesa Planck amatlah berlawanan dengan apa yang jadi konsep umum fisika. Tetapi, dengan penggunaan ini dia mampu menemukan keaslian teoritis yang tepat daripada formula yang benar tentang "radiasi kuantitas gelap."

Teori Planck begitu revolusioner, yang tak syak lagi bisa dianggap suatu gagasan eksentrik kalau saja Planck bukan seorang ahli fisika yang mantap dan konservatif. Kendati hipotesanya terdengar aneh, dalam soal khusus ini jelas merupakan penuntun ke arah formula yang benar.

Pada mulanya, umumnya ahli fisika (termasuk Planck sendiri) melihat hipotesanya sebagai tak lain dari sebuah fiksi matematik yang cocok. Sesudah beberapa tahun, hal itu berubah sehingga konsepsi Planck tentang kuantum dapat digunakan untuk pelbagai fenomena fisik selain untuk "radiasi kuantitas gelap." Einstein menggunakan konsep ini di tahun 1905 dalam rangka menjelaskan efek fotoelektrika, dan Niels Bohr menggunakannya di tahun 1913 dalam teorinya tentang struktur atom. Menjelang tahun 1918 tatkala Planck peroleh Hadiah Nobel, jelaslah sudah bahwa hipotesanya pada dasarnya benar dan itu mempunyai arti penting yang fundamental dalam teori fisika.

Sikap anti Nazi Planck yang keras membuat kedudukannya berabe di masa pemerintahan Hitler. Anak laki-lakinya dihukum mati di awal tahun 1945 akibat peranannya dalam komplotan para perwira yang punya rencana membunuh Hitler. Planck sendiri mati tahun 1947, pada umur delapan puluh sembilan tahun.
Perkembangan mekanika kuantum mungkin yang paling penting dari perkembangan ilmu pengetahuan dalam abad ke-20, lebih penting ketimbang teori relativitas Einstein. Patokan "h" Planck memegang peranan penting dalam teori fisika dan sekarang dihimpun jadi dua atau tiga patokan fisika paling dasar. Patokan itu muncul dalam teori struktur atom, dalam prinsip "ketidakpastian" Heisenberg, dalam teori radiasi dan dalam banyak lagi formula ilmiah. Perkiraan pertama Planck mengenai nilai jumlah adalah dalam batas perhitungan 2% yang diterima sekarang.

Planck umumnya dianggap bapak mekanika kuantum. Kendati dia memainkan peranan tak seberapa dalam perkembangan teori selanjutnya, adalah keliru mengecilkan arti Planck. Jalan mula yang disuguhkannya sungguh penting. Dia membebaskan pikiran orang dari anggapan-anggapan keliru yang ada sebelumnya, dan dia memungkinkan orang-orang sesudahnya menyusun teori yang jauh lebih jernih daripada yang sekarang kita miliki.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

55. JOHN CALVIN (1509-1564)


Tak bisa tidak, dia salah seorang tokoh utama dalam sejarah Eropa. Orang itu adalah John Calvin, teolog dan moralis Protestan. Pandangannya yang begitu beraneka ragam tentang masalah seperti teologi, pemerintahan, moral pribadi dan kebiasaan bekerja, lebih dari empat ratus tahun mempengaruhi tingkah laku dan perikehidupan jutaan orang.

John Calvin (nama aslinya: Jean Cauvin) lahir tahun 1509 di kota Noyon, Perancis. Dia peroleh pendidikan baik. Sesudah belajar di College de Montaigue di Paris, dia masuk Universitas Orleans belajar hukum. Dia pun belajar hukum di Bourges.

Calvin baru berumur delapan tahun tatkala Martin Luther menempelkan posternya. "Tesis" di pintu gereja Wittenberg yang membuahkan reformasi Protestan. Calvin dibesarkan sebagai orang Katolik, tetapi selaku orang muda dia ganti jadi pemeluk Protestan. Menghindari hukuman, dia segera pergi ke Paris tempat yang pernah dia tinggali, dan sesudah mengembara beberapa lama, dia menetap di Basel, Swiss. Di sana dia hidup dengan nama samaran dan terus memperdalam teologi. Di tahun 1536 tatkala umurnya mencapai dua puluh tujuh tahun diterbitkanlah bukunya yang terkenal Lembaga Agama Kristen. Buku ini yang menghimpun pokok-pokok kepercayaan Protestan dan menyuguhkan dalam bentuk yang sistematis dan mudah dicerna, membuatnya masyhur.

Kemudian di tahun 1536 dia mengunjungi Jenewa, tempat faham Protestan dengan cepat berkembang dan menjadi kuat. Dia minta tinggal di sana sebagai guru dan pemuka masyarakat Protestan. Tetapi, pertentangan segera timbul antara pihak penganut Calvin yang keras dan puritan dengan orang-orang Jenewa, dan di tahun 1538 dia dipaksa meninggalkan kota itu. Tetapi, di tahun 1541 dia diundang untuk datang lagi. Ini dilakukannya dan dia menjadi bukan semata pemuka agama di kota itu, melainkan sekaligus jadi pemuka politik yang efektif hingga ajalnya tahun 1564.

Dalam teori, Calvin tak pernah jadi diktator di Jenewa. Banyak penduduk punya hak pilih dan banyak kekuasaan politik formal dipegang oleh sebuah dewan yang terdiri dari dua puluh lima orang. Calvin bukanlah anggota dewan ini. Dia bisa dipindah tiap saat (dan memang terjadi dia diusir di tahun 1538) bilamana dia tidak disukai oleh mayoritas. Namun, dalam praktek dia menguasai kota. Dan sesudah tahun 1555 dia pada dasarnya merupakan seorang otokrat.

Di bawah kepemimpinan Calvin, Jenewa menjadi pusat Protestan yang menonjol di Eropa. Calvin dengan gigih mencoba mendorong kemajuan dan pertumbuhan Protestan di negeri-negeri lain, khusus di Perancis, dan ada sementara waktu Jenewa dijuluki "Romanya Protestant". Hal pertama yang dilakukannya sekembalinya di Jenewa adalah menggariskan aturan-aturan gerejani untuk gereja pembaharuan di sana. Selama di Jenewa Calvin menulis banyak esai keagamaan yang berpengaruh. Esai-esai ini menjadi patokan buat gereja-gereja pembaharuan di Eropa, dan berbarengan dengan itu meneruskan memperbaiki dia punya buku Lembaga Agama Kristen. Dia juga memberi serangkaian ceramah-ceramah tentang teologi dan Injil.

Jenewanya Calvin merupakan kota yang agak puritan dan keras. Bukan cuma perzinahan dan hubungan bebas dianggap kejahatan berat, tetapi juga judi, mabuk dan dansa serta nyanyi lagu-lagu ngelantur semuanya terlarang dan bisa mengakibatkan jatuhnya hukuman berat. Kunjungan ke gereja pada jam-jam yang diatur oleh acara merupakan perintah hukum dan panjangnya khotbah sudah menjadi kebiasaan.
Calvin sangat mendorong ketekunan kerja. Dia juga mengobarkan semangat belajar. Dalam masa pemerintahannyalah Universitas Jenewa didirikan.

Calvin orang yang tidak kenal toleransi, dan siapa yang dianggap murtad, segera dapat kutukan dan hukuman di Jenewa. Korbannya yang terkenal (walau jumlahnya tidak banyak) adalah Michael Servetus, seorang dokter dan teolog yang tidak percaya doktrin Trinitas. Ketika Servetus datang di Jenewa, dia ditahan, diadili dengan tuduhan murtad, dan dijatuhi hukuman bakar hingga hangus jadi arang (1553). Juga, beberapa orang yang dituduh jadi tukang sihir menjalani nasib serupa di masa pemerintahannya.
Calvin meninggal dunia di Jenewa tahun 1564. Dia beristeri, tetapi sang isteri berpulang tahun 1549 dan anak satu-satunya mati begitu lahir.

Arti penting Calvin tidak terletak pada kegiatari langsung politiknya, melainkan pada ideologi yang disiarkannya. Ditekankannya pada kekuasaan dan makna penting Injil, dan seperti halnya Luther, menolak kebiasaan dan pentingnya gereja Katolik Roma. Dan seperti halnya Luther, St. Augustine dan St. Paul, Calvin berpegang pada pendapat bahwa semua manusia itu berdosa, dan penyelamatannya bukan lantaran bekerja dengan baik-baik melainkan semata-mata lewat kepercayaan. Yang paling mengesankan adalah pikiran Calvin tentang adanya takdir serta orang terkutuk. Menurut Calvin, Tuhan sudah ambil keputusan --tanpa pertimbangan kebajikan yang diperbuatnya--apabila seseorang itu terselamatkan atau terkutuk. Jika demikian halnya, buat apa seseorang mesti berbuat dan bermoral baik? Jawaban Calvin adalah "si terpilih" (orang-orang yang dipilih Tuhan menerima Nabi Isa karena itu menerima pembebasan dosa) sudah pula dipilih Tuhan untuk berbuat benar. Kita tidak selamat berhubung sudah berbuat benar. Kita tidak selamat berhubung sudah berbuat baik, tetapi kita berbuat baik karena Tuhan telah memilih kita untuk jadi selamat dari dosa. Walaupun doktrin itu tampaknya ganjil, tak diragukan lagi hal itu telah mengilhami para pengikut Calvin untuk hidup secara taat dan polos luar biasa.

Calvin sudah memberi sumbangan pengaruh besar kepada dunia. Doktrin teologinya akhirnya merebut pendukung lebih banyak ketimbang yang diperoleh Luther. Meskipun daerah Jerman bagian utara dan Skandinavia merupakan daerah kaum Lutheran yang berakar, tetapi Swiss dan negeri Belanda menjadi daerah Calvinis. Ada sebagian kecil penganut Calvin di Polandia, Hongaria dan Jerman. Kaum Presbytarian di Skotlandia adalah Calvinis, seperti halnya orang-orang Huguenot di Perancis dan kaum Puritan di Inggris. Pengaruh Puritan di Amerika, tentu saja, cukup kuat dan bertahan lama.

Jenewanya Calvin lebih mendekati sebuah kota teokrasi ketimbang demokrasi, namun kalau ditilik-tilik, pada akhirnya akan tampak jua bertambahnya gejala-gejala demokratis. Atau bisa juga akibat karena pengikut Calvin di banyak negeri itu minoritas, mereka pilih mendingan bersandar saja pada kekuatan penguasa daripada beraneh-aneh tingkah. Atau disebabkan lantaran faktor pengaruh tatanan keorganisasian gerejanya sendiri yang sedikit banyak memberi warna kepada sikap tindakan mereka menghadapi dunia luar. Tetapi, apa pun alasannya, basis kekuatan kaum Calvinis yang asli (Swiss, Negeri Belanda dan Inggris) menjadi basis kekuatan demokrasi pula.

Ada yang menuntut pengakuan bahwa doktrin Calvin merupakan faktor utama terbentuknya apa yang disebut "Etik kerja Protestan", dan merupakan faktor utama pula tumbuhnya kapitalisme. Dalam hal ini agak sukar ditetapkan sampai seberapa jauh dan banyak kadar Calvinis yang memegang peranan. Belanda, misalnya, sudah punya penduduk yang berpembawaan rajin, jauh sebelum Calvin lahir ke dunia. Sebaliknya, tidak beralasan juga mengecilkan makna seruan Calvin agar pengikutnya bekerja keras. (Perlu agaknya dicatat, Calvin ada mengijinkan renten (riba), sesuatu yang dikutuk keras oleh moralis-moralis Kristen sebelumnya. Renten inilah salah satu faktor penting dalam pertumbuhan kapitalisme).
Seberapa tinggi baiknya kedudukan Calvin mesti ditempatkan pada daftar urutan buku ini? Pengaruh Calvin telah menurun khusus di Eropa dan Amerika Utara. Dan lebih jauh lagi, jelas sekali pengaruhnya dengan tajam menurun pada abad lalu. Dan dalam beberapa hal, kedudukan Calvinisme telah tergeser oleh tokoh-tokoh sebelumnya seperti Nabi Isa, St. Paul dan Luther.

Meskipun reformasi Protestan punya makna sebagai peristiwa sejarah, jelas pula bahwa Martin Luther adalah tokoh paling bertanggung jawab atas kebangkitan itu. Calvin sendiri hanyalah salah seorang dari sekian banyak tokoh Protestan berpengaruh lainnya yang muncul sesudah Luther. Karena itu jelaslah Calvin mesti ditempatkan dalam urutan jauh di bawah Luther. Di lain pihak, Calvin mesti ditempatkan di atas filosof-filosof seperti Voltaire dan Rousseau sebagian karena pengaruhnya berkembang dalam jangka waktu dua kali lamanya ketimbang pengaruh mereka, dan sebagian lagi karena ide-idenya merasuk dalam sekali ke kalbu para pengikutnya.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

56 WILLIAM T. G. MORTON (1819-1868)


Bisa saja nama William Thomas Green Morton tidak merupakan genta yang nyaring di telinga pembaca. Tetapi, sesungguhnya dia jauh lebih berpengaruh dari sekian banyak orang termasyhur di dunia. Apa sebab? Karena dialah orang yang memperkenalkan penggunaan anesthesia dalam pembedahan.

Sedikit penemuan sepanjang sejarah yang dihargai oleh pribadi manusia begitu tinggi seperti halnya anesthesia, dan tak banyak penemuan yang begitu mendalam membedakannya dari keadaan sebelumnya. Pembedahan tak kenal ampun di jaman lampau sementara si pasien terpaksa dalam keadaan sadar tatkala tabib bedah menggergaji tulangnya adalah sesuatu hal yang tak terbayangkan. Bisa pingsan awak mendengarnya saja. Kemampuan mengakhiri semua derita dahsyat sakit tak tertanggungkan ini dengan sendirinya sesuatu pemberian terbesar yang pernah diberikan oleh seorang manusia kepada kawan sesama manusia lainnya.

Morton dilahirkan di Charlton, Massachusetts tahun 1819. Selagi muda belajar di bagian pembedahan gigi Akademi Baltimore. Tahun 1842 dia mulai buka praktek dokter gigi. Sebentar di tahun 1842 dan 1843 dia bekerjasama dengan Horace Wells, dokter gigi agak lebih tua yang juga tertarik dengan masalah anesthesia atau pembiusan ini. Tampak belakangan kerjasama itu tidak menguntungkan, karena itu mereka pecah di tahun 1843.

Setahun kemudian Horace Wells melakukan percobaan dengan nitrous oxide atau "gas ketawa" selaku bahan pembius. Dia mampu menggunakannya secara efektif dalam praktek dokter giginya di Hartford, Connecticut. Malangnya, peragaan yang dilakukannya di muka umum di Boston mengalami kegagalan.
Dalam praktek giginya sendiri Morton mencurahkan perhatian pada masalah bagaimana supaya gigi palsu itu enak dipakai orang. Untuk melakukan ini sebagaimana mestinya, mutlak perlu menjebol gigi lama hingga terbongkar akar-akarnya. Sebelum ada pembiusan, jebol-menjebol ini mendatangkan rasa sakit seperti dicekik setan. Orang pun sadarlah bukan alang-kepalang besar makna anesthesia itu. Morton dengan tepat memperhitungkan bahwa "nitrous oxide" tidaklah memadai untuk maksud-maksud seperti itu. Dia mencari bahan lain yang lebih efektif.

Charles T. Jackson, seorang dokter dan ilmuwan yang dikenal Morton mengusulkan agar gunakan "ether." Bahwa ether punya daya bius telah diketahui oleh seorang dokter dan ahli kimia Swiss, Paracelsus, tiga ratus tahun sebelumnya. Begitu pula dua atau tiga laporan serupa telah dicetak orang pada awal abad ke-19. Tetapi, baik Jackson maupun orang-orang yang menulis perihal ether tidak pernah menggunakannya sebagai obat di saat operasi berjalan.

Ether kedengarannya mengandung kemungkinan baik buat Morton dan dia segera melakukan percobaan itu, pertama terhadap binatang (termasuk anjing kesayangannya) dan kemudian dirinya sendiri. Akhirnya, tanggal 30 September 1846 tibalah kesempatan bagus untuk mencoba penggunaan ether pada seorang pasien. Seorang laki-laki bernama Eben Frost bergegas menuju kantor Morton sambil jerit-jerit giginya sakit dan mau diapakan saja asal sakitnya bisa sirna. Morton membiusnya dan mencabut gigi orang itu. Tatkala Forst sadar dia melaporkan tiada ada rasa sakit samasekali. Sukar dibayangkan kesempatan apa lagi yang lebih baik buat Morton untuk meraih ketenaran, sukses dan rejeki.

Meskipun operasi itu ada saksinya dan disiarkan oleh harian-harian Boston keesokan harinya, tetapi tidaklah banyak menarik perhatian orang. Jelas, masih diperlukan suatu peragaan yang lebih dramatis. Morton kemudian minta kesediaan Dr. John C. Warren, ahli bedah kawakan di Rumah Sakit Boston, Massachusetts, agar memberi kesempatan kepadanya menggunakan obat bius pencegah rasa sakit dengan disaksikan oleh dokter-dokter. Dr. Warren setuju dengan rencana operasi pun ditetapkan di rumah sakit. Di situlah, tanggal 16 Oktober 1846, disaksikan sejumlah dokter dan mahasiswa kedokteran Morton membius pasien Gilbert Abbott yang mau dioperasi. Dr. Warren mengoperasi tumor dari lehernya. Pembiusan sepenuhnya efektif dan peragaan itu peroleh sukses besar, segera diberitakan oleh koran-koran, dan sejak itu dimulailah pembiusan dalam pembedahan sesama bertahun-tahun.

Beberapa hari sesudah operasi Gilbert Abbott, baik Morton maupun Jackson minta pengakuan hak patent. Meski hak patent itu diberikan kepada mereka berdua di bulan berikutnya, toh timbul perselisihan diantara mereka. Tuntutan Morton bahwa dialah orang yang paling berhak mendapat julukan penemu obat bius, ditentang oleh beberapa orang, khusus Jackson. Tetapi, harapan besar Morton penemuannya itu akan membuatnya kaya, ternyata meleset. Umumnya dokter-dokter dan rumah-rumah sakit yang menggunakan ether tak mau ambil pusing bayar imbalan kepada Morton. Ongkos mengadukan ke muka pengadilan dan memperjuangkan pengukuhan bahwa dialah yang paling berhak atas penemuan obat bius ternyata jauh lebih banyak ketimbang yang diterimanya. Dia menjadi frustrasi dan menjadi rudin, dan ujung-ujungnya mati tahun 1868 di kota New York, dalam usia belum sampai empat puluh sembilan tahun.

Penggunaan anesthesia di bidang kedokteran gigi dan di bidang pembedahan pada umumnya, jelas punya arti besar. Dalam memperhitungkan bobot pentingnya Morton secara umum, kesulitan utama adalah memutuskan sampai sejauh mana saham penampilan anesthesia harus dibagi antara Morton dengan pelbagai orang yang terlibat dalam masalah itu. Orang penting lain yang harus diperhitungkan adalah: Horace Wells, Charles Jackson dan Crawford W. Long, seorang dokter dari Georgia. Dengan mempertimbangkan dari sudut fakta-fakta, tampak oleh saya bahwa sumbangan Morton jauh lebih penting dari lain-lainnya, dan saya merasa sudah menempatkannya dalam kedudukan urutan yang selayaknya.

Memang benar Harold Wells sudah menggunakan anesthesia dalam praktek giginya hampir dua tahun sebelum Morton berhasil, menggunakan ether sebagai obat bius. Tetapi, anethesia yang digunakan Wells --nitrous oxide--tidak dapat merevolusionerkan bidang pembedahan. Di samping kualitas-kualitas yang dikandungnya, nitrous oxide saja tidaklah cukup kuat untuk pembiusan dalam pembedahan besar. (Itu berguna sekarang bilamana digunakan dalam kombinasi dengan obat-obat lain, dan juga dalam bidang-bidang yang berkaitan dengan gigi). Sebaliknya, ether secara menakjubkan efektif dan obat yang bermutu tinggi dan mampu merevolusionerkan bidang pembedahan. Dalam umumnya kasus individual, bisa saja dijumpai pilihan atas obat atau kombinasi obat-obat lebih disukai daripada ether. Tetapi, secara rata-rata etherlah yang paling biasa dipakai. Lepas dari kekurangan yang ada pada ether (mudah terbakar, dan rasa mual biasa timbul sesudah penggunaannya), toh dia tetap merupakan obat unggul yang pernah diketemukan. Mudah dipindah-pindah, mudah diawasi, dan yang paling penting menjamin keselamatan dan punya daya kuat.

Crawford W. Long (lahir tahun 1815 meninggal tahun 1878) adalah seorang dokter Georgia yang menggunakan ether dalam pembedahan sejak tahun 1842, artinya empat tahun sebelum peragaan Morton. Tetapi, Long tidak menerbitkan hasil-hasilnya sampai tahun 1849, jauh sesudah Morton mendemonstrasikan penggunaan ether untuk pembiusan dalam pembedahan. Akibatnya, upaya Long cuma dinikmati oleh sejumlah kecil pasien, sedangkan Morton dinikmati secara luas.

Charles Jackson mengusulkan Morton supaya menggunakan ether dan dia pun memberikan nasihat yang berguna bagimana cara penggunaannya. Tetapi, Jackson sendiri tak pernah menggunakan ether dalam kerja operasi, dan juga tidak sebelum Morton berhasil, dia mencoba memberi tahu dunia kedokteran apa yang diketahuinya tentang ether. Adalah Morton, bukan Jackson yang ambil risiko melakukan peragaan di depan umum. Apabila Gilbert Abbott mati di meja bedah, adalah berlebih-lebihan meminta pertanggungan jawab Jackson.

Di mana William Morton berada dalam daftar urutan buku ini? Satu perbandingan sekilas barangkali bisa disetarakan antara Morton dan Joseph Lister. Keduanya dokter, keduanya termasyhur karena sama-sama memperkenalkan suatu teknik baru atau cara-cara yang merevolusionerkan bidang pembedahan dan kelahiran bayi, dalam hal penemuan-penemuan baru --dapat dikatakan-- keduanya amatlah nyata, dan tak seorang pun dari keduanya yang menerbitkan cara penerapan teknik dan mempopulerkan karya percobaan-percobaannya, dan masing-masing harus membagi sama penghargaan terhadap penemuan-penemuan sesamanya. Saya menempatkan posisi Morton sedikit lebih tinggi ketimbang Lister terutama karena saya yakin bahwa dalam jangka panjang langkah memperkenalkan anesthesia lebih merupakan perkembangan yang penting dari antiseptik dalam pembedahan. Selain itu, sampai batas tertentu, antibiotik modern dapat menggantikan kekurangan-kekurangan yang ada pada antiseptik di saat operasi. Tanpa anesthesia, operasi yang ruwet dan makan waktu lama tidaklah bisa terlaksana dengan baik. Bahkan operasi sederhana pun sering dihindari hingga terlambat untuk ditolong.

Peragaan pembiusan yang dilakukan Morton bulan Oktober pagi tahun 1846 itu merupakan peristiwa penting dalam sejarah manusia, mungkin tak ada kata-kata yang lebih tepat melukiskan hal ini ketimbang tulisan yang diukir di atas monumen untuk memperingatinya
William T. G. Morton Penemu pembiusan yang dengannya rasa sakit tatkala dibedah sirna, yang sebelumnya dibedah terasa sakit tiada tara, yang sejak itu terkendalikanlah rasa sakit oleh ilmu.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS