hati itu bagaikan cermin


Hati manusia itu ibarat cermin. Seperti yang kita ketahui bahwa cermin memiliki sifat menampilkan setiap obyek yang ditangkapnya, lalu dipantulkan kembali bagaikan cahaya lampu yang memancar ke seluruh ruangan. Melalui pancaindra, kita mampu menangkap objek yang terpantul itu. Jika obyek yang tercermin adalah suatu keindahan atau kebaikan (makruf), maka obyek yang akan dipantulkan layak seperti aslinya, yaitu kebaikan dan keindahan. Jika obyek yang tercermin adalah suatu kemungkaran, maka yang akan terpantul ke seluruh tubuh adalah kabut gelap yang akan menutupi cermin tersebut hingga tak lagi dapat menyerap bayangan obyek yang baik (makruf).

Hati seorang hamba yang tertutup kabut gelap cenderung lebih dekat kepada hal-hal yang negatif. Meskipun mereka mengetahui kebaikan, namun mereka tidak lagi mampu mendekatinya, apa lagi melakukannya. Karena kemungkaran sudah menyatu dengan dirinya dan merasa tidak perlu untuk dihindari. Bahkan yang ia rasakan, kemungkaran itu sebagai suatu hal yang biasa dan menyenangkan bagi dirinya. Misalnya, orang yang terbiasa mengumbar nafsu perutnya, ia akan cenderung untuk mengumbar nafsu syahwat. Begitu pula orang yang terbiasa memakan rezeki yang haram, ia akan cenderung kepada kemungkaran.

Secara lahiriah maupun batiniah, setiap perilaku manusia yang bertentangan, berseberangan, dan tidak mengikuti hukum-hukum Allah, pada hakikatnya akan menghasilkan kabut gelap yang menutupi hati dari cahaya kebenaran ilahi. Kabut gelap itulah yang menutupi hati dari nûr ilâhî atau hidayah Allah.
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda,

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَذْنَبَ ذَنْبًا نُكِتَ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، وَإِذَا اسْتَمَرَّ عَلَى الذُّنُوْبِ تَزْدَادُ النُّكَتُ السَّوْدَاءُ فِى قَلْبِهِ حَتَّى يُصْبِحَ عَلَى قَلْبِهِ رَانٌ.

“'Ketika seorang hamba berbuat dosa, maka di kalbunya (hatinya) timbul satu noktah hitam. Jika ia terus berbuat dosa, noktah hitam itu akan semakin banyak lalu menutupi hatinya hingga menjadi karat.' Kemudian Rasulullah membaca ayat Al-Qur`an,
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "hati itu bagaikan cermin"

Posting Komentar