Info Naskah (Thursina Publishing Group)

Thursina Publishing Group mencari Penulis dengan ide kreatif dan imajinatif untuk mengirimkan naskah buku dengan segment dewasa-umum dan anak-remaja, fiksi maupun nonfiksi.

Panjang naskah max. 150 halaman, A4, spasi 1, huruf Times News Roman 12.
Dikirim dalam bentuk hard copy/print out, sudah di jilid rapi, sertakan juga sinopsisnya. Naskah yang menarik akan kami terbitkan dan Penulis yang terpilih akan diberi honor sesuai kesepakatan.

Untuk pengiriman naskah bisa langsung dikirim ke alamat :
Gedung Grafitri, Jl. Soekarno-Hatta No. 825 Gede Bage Bandung 40295,
u/p: Tim Redaksi Penerbit Ikhlas Media.

sumber: http://www.facebook.com/bbcbandung


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tok..tok...tok.... Assalammu'alaikum


"Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? 'Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan,' sabda Rasulullah SAW, 'adalah balasan (pahala) orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah balasan (siksaaan) bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan" (HR Ibnu Majah).


Makna silaturahmi berasal dari kata, yaitu; "shilat atau washl: berarti menyambungkan atau menghimpun" dan "ar-rahiim : kasih sayang". Jadi, makna silaturahmi tidak sekadar bersentuhan tangan atau memohon maaf belaka. Ada sesuatu yang lebih hakiki dari itu semua, yaitu aspek mental dan keluasan hati untuk saling menyayangi dan mengasihi.

---------------------------------
Manfaat Silaturahmi:

1. Mendapatkan ridha Allah SWT.

2. Membuat orang yang dikunjungi berbahagia. Rasulullah SAW bersabda, "Amal yang paling utama adalah membuat seseorang berbahagia."

3. Disenangi oleh malaikat karena malaikat juga sering bersilaturahmi.

4. Disenangi oleh manusia.

5. Memanjangkan usia.

6. Menambah banyak dan berkah rezekinya.

7. Membuat senang orang yang telah wafat. Mereka merasa bahagia jika keluarga yang ditinggalkannya tetap menjalin hubungan baik.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Ternyata waktu tak akan kembali


“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasihat-menasihati supaya menetapi kebenaran” (Qs. Al-Ashr: 1-3)

Ternyata waktu itu tak akan kembali.
Nafas yang kuembuskan pada detik ini pun akan berlalu dan tak akan kembali.
Denyut jantungku yang berdetak pada detik ini pun akan berlalu.
Waktu; detik dan menit yang ku rasakan saat ini akan pergi berlalu dan tak akan kembali.
Karena waktuku akan terus berputar sampai ia menemui takdirnya untuk berhenti.

Andai saja waktuku bisa berulang
Pasti ku 'kan perbaiki segala waktu yang telah terbuang dan hilang.
Tapi, waktu tak kan berulang dan tak bisa diperbaiki.
Malam akanberakhir dan hari akan berganti.
Matahari akan berganti bulan.
Bunga-bunga 'kan layu dan mati.
Ya Allah, ampunilah aku yang telah menyia-nyiakan waktu.
Betapa banyak waktu yang telah kulalui dan kuisi dengan perbuatan sia-sia.







  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Ayah Menggendong Mayat Anaknya Dari RSCM Ke Bogor Karena Tak Mampu Bayar Ambulan !!


Terjadi Di Jakarta !!!, Ayah Menggendong Mayat Anaknya Dari RSCM Ke Bogor Karena Tak Mampu Bayar Ambulan !!
Penumpang kereta rel listrik (krl) jurusan Jakarta – Bogor pun geger minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, khaerunisa (3 thn).
Supriono akan memakamkan si kecil di kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa krl. Tapi di stasiun tebet, supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.
Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa khaerunisa untuk berobat ke puskesmas kecamatan setiabudi. Saya hanya sekali bawa khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya rp 10.000,- per hari. Ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel ka di cikini itu.
Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, muriski saleh (6 thn), untuk memulung kardus di manggarai hingga salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya.

Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada minggu (5/6) pukul 07.00.
Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan muriski termangu. Uang di saku tinggal rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari manggarai hingga ke stasiun tebet, supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di kramat, bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.

Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di stasiun tebet.
Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau khaerunisa sudah menghadap sang khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun. Ketika krl jurusan bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang krl yang mendengar penjelasan supriono langsung berkerumun dan supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam.

Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan.
Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat khaerunisa yang terbujur kaku. Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya. Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor.

Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan.

Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama. Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah khaerunisa. Jangan bilang keluarga supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia, ujarnya.

sumber:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8999110
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

untuk ibu

Allah, jika memang permintaan ibuku yang terbaik untuk meninggalkan impianku saat ini.
Maka, akan kutinggalkan semua ini karena Tuhanku dan restu ibuku

Allah, jika memang mimpi ibuku lebih utama daripada mimpiku demi kebaikanku.
Maka, akan kulakukan itu untuk Tuhanku dan ibuku semata.

Allah, jika perkataan ibuku yang terbaik untuk diriku.
Maka, aku akan berhenti berkata apa pun karena Tuhanku dan ibuku.

Allah, jika menurut ibuku apa yang kukejar dan kurintis selama ini tidak baik untuk saat ini.
Maka, akan kuhentikan semua tindakanku sekarang juga karena Tuhanku dan ibuku.

Allah, aku percaya restu-Mu ada di ibuku.

Mulai saat ini yang akan kukejar adalah mimpi dan keinginan ibuku. Aku akan lupakan semua target-target pencapaian mimpiku itu.

berperan menjadi seorang wanita sejati sesuai tuntunan kodrat Ilahi adalah mimpi ibuku yang kini akan menjadi targetku.

Aku berusaha tidak akan mengatakan, "tenang" kepada ibuku meskipun aku baik-baik saja dan dapat menjalani hidup ini. Karena, sesungguhnya ibuku sangat panik, cemas, sungguh sangat mengkhawatirkanku.

Maka, mulai saat ini aku akan melebur dengan rasa ibuku; merasakan kecemasan itu, kepanikan itu, kekhawatirkan itu. Dan, sesegera mungkin akan kuhapus kepanikan, kecemasan, dan kekhawatiran itu demi mimpi ibuku dan kebaikanku.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Mengharap Rahmat Allah Ta'ala

Rasulullah Saw bersabda bahwa:

“Sesungghunya Allah Ta’ala mempunyai seratus rahmat . Allah turunkan salah satunya ke bumi untuk semua penghuinya. Rahmat (yang satu) itu membuat lapang (bahagia) penghuni bumi sampai ajal mereka. Nanti pada hari kiamat Allah mencabut rahmat (yang satu) itu lalu menggabungkannya dengan yang 99, sehingga lengkap seratus rahmat (yang kemudian diberikan) kepada kekasih-kekasih Allah dan orang-orang yang taat kepadaNya.” (Al-hadits)

Al-Fakih menuturkan kisah yang bersumber dari hadits Rasulullah Saw, yang menceriterakan bahwa rahmat Allah itu meliputi segalanya. Bahkan seorang yang beribadah 500 tahun pun tidak sebanding dengan 1/100 rahmat Allah yang diberikan kepada manusia.

Kisah ini diriwayatkan dari Muhammad bin Al-Munkadir dari Jabir bin Abdullah Al-Ansyari r.a., bahwa Rasulullah Saw bersabda:

“Karibku, Jibril a.s., baru saja datang kepadaku dan berkata, ‘Wahai Muhammad, demi Dzat yang mengutusmu sebagai nabi, sesungguhnya ada seorang hamba Allah yang beribadah kepada Allah Ta’ala selama 500 tahun dipuncak gunung yang lebar dan panjangnya 30 hasta dan dikelilingi oleh laut seluas 4.000 perjalanan (farsakh). Dari setiap penjuru Allah memancarkan sumber air segar selebar satu jari dari bawah gunung itu, dan Allah mengaruniakan pohon delima yang setiap hari berbuah sebuah delima.

Setiap sore hari ia turun untuk berwudu dan memetik delima itu dan memakannya. Kemudian ia shalat dan memohon kepada Tuhannya agar nyawanya dicabut saat ia sedang dalam bersujud dan badannya tidak tersentuh oleh bumi yang lain sampai nanti dibangkitkan. Sewaktu ia sedang sujud, Allah mengabulkan permohonannya itu. ‘Jibril a.s juga berkata, ‘Apabila kami melewatinya, baik sewaktu kami turun maupun naik, ia tetap berada dalam keadaan yang sama, yakni dalam keadaan sujud. ‘Kemudian kami ketahui, bahwa kelak pada hari kiamat ia akan dibangkitkan lalu dihadapkan kepada Allah Ta’ala, lantas Allah Yang Maha Pemberkah lagi Maha Tinggi berfirman,

‘Masukanlah hamba-Ku ini ke dalam surga karena rahmat-Ku. ‘

Orang itu menjawab, ‘yang benar adalah karena amalku.’

Allah Ta’ala lantas berfirman kepada malaikat-Nya, ‘Hitunglah amal hamba-Ku ini, besar mana antara nikmat-Ku dengan amal perbuatannya.’

Kemudian didapatkan bahwa nikmat penglihatan saja sama dengan ibadahnya selama 500 tahun, padahal masih banyak nikmat-nikmat tubuh yang lain. Karenanya Allah berfirman, ‘Masukanlah hamba-Ku ini ke neraka.’

Orang itu lalu di tarik ke dalam neraka dan ia berkata, ‘ Wahai Tuhanku, karena rahmat-Mu masukannlah saya ke dalam surga.’

Allah lantas berfirman, “Kembalikanlah ia.’

Kemudian ia dibawa ke hadapan-Nya, lalu Allah bertanya, ‘ Wahai hamba-Ku, siapakah yang menciptakamu?’ Ia menjawab, ‘Engkau, wahai Tuhanku.’

Allah bertanya, ‘Siapakah yang menempatkanmu di tengah-tengah kebun, siapakah yang mengeluarkan air tawar dari tengah-tengah air yang asin, siapakah yang mengeluarkan delima diwaktu sore, padahal delima itu hanya keluar setahun sekali, dan kamu memohon kepada-Ku agar Aku mencabut nyawamu sewaktu kamu sedang sujud dan Aku telah melakukannya. Siapakah yang melakukan semua itu?’

Ia menjawab, ‘ Engkau wahai Tuhanku.’

Allah berfirman, ‘Itu semua adalah karena rahmat-Ku. Dan karena rahmat-Ku pula Aku masukan kamu ke Surga.’

Jibril a.s berkata, ‘Segala sesuatu itu karena rahmat Allah.’”

(Al-hadits)

===================================

Apabila kita simak hadis di atas, apalah artinya ibadah kita yang hidup di akhir jaman. Ibadah bercampur dengan kepentingan dunia, bahkan lebih besar mementingkan dunia. Kita lebih khawatir kehilangan harta atau tahta dari pada kehilangan kesempatan memperoleh rahmat Allah kelak.

Allah Ta’ala berfirman :

“… Sesungguhnya rahmat Allah itu amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-A’raf : 56)

“… Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami". (QS. Al-A’raf : 156)

“Yaitu orang-orang yang mengikut rasul, Nabi yang Ummi … (QS. Al-A’raf : 157)

Akhir kata, semoga Allah menjauhkan kita dari sifat sombong, ria dan menjadikan kita orang-orang yang pandai bersyukur atas nikmat Allah.

Amiin ya Rabbal alamiin.

Wassalam.

Sumber: http://www.facebook.com/notes/tanbihul-ghafilin/mengharap-rahmat-allah-taala/179170742119477
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Berjihad melawan Sombong

Sahabat seiman, marilah kita berjihad dengan sifat sombong yang selalu berbisik di hati setiap manusia. Ingatlah Iblis dikutuk Allah karena kesombongannya, dia membanggakan dirinya karena tercipta dari api dan meremehkan Nabi Adam a.s yang tercipta dari tanah, dia bangga akan asal-usulnya sehingga melahirkan sifat sombong.
Sifat bangga dengan asal-usul / keturunan sering kita jumpai di masyarakat kita, bangga dengan keturunan ningrat/darah biru, atau bangga dengan keturunan orang kaya yang telah mewarisi kekayaan sehingga meremehkan orang lain yang ada disekitarnya.

Dari Ibnu Mas’ud r.a bahwa Rasulullah Saw., bersabda:
“Tidak akan masuk sorga, seseorang yang di dalam hatinya ada sebijih atom dari sifat sombong”. Seorang sahabat bertanya kepada Nabi Saw.,: “Sesungguhnya seseorang menyukai kalau pakainnya itu indah atau sandalnya juga baik”. Rasulullah Saw., bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT adalah Maha Indah dan menyukai keindahan. Sifat sombong adalah mengabaikan kebenaran dan memandang rendah manusia yang lain” [HR Muslim].

Apabila kita perhatikan pesan Rasulullah Saw di atas bahwa, sekecil apapun sifat sombong dalam hati kita, maka kita tidak akan masuk syurga. Oleh karena itu alangkah baiknya kita mengenali tingkatan sombong agar kita mampu memeranginya sebelum terlambat.

Sombong dibagi 5 tingkatan:
1. Ujub, bangga akan diri sendiri
2. Sum’ah, ingin selalu didengar orang
3. Riya’, ingin didengar dan dilihat orang
4. Sombong/khibr, merasa lebih dari orang lain;
5. Maghrur, masih merasa kuasa walaupun kenyataannya tidak berkuasa lagi (post power syndrome)

Marilah kita memperbanyak dzikir kepada Allah karena dengan menyibukan dzikir kepada Allah akan menutup ruang atau kesempatan untuk sombong.

Perangilah sifat sombong ini dengan sifat tawadhu karena Sifat tawadhu’ akan melahirkan banyak sifat baik diantaranya ;
1. Muhasabbah
2. Meningkatkan diri
3. Iqra un nash
4. Khusyu, dll

sumber: http://www.facebook.com/pages/TANBIHUL-GHAFILIN/104716309569055
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS