Sifat dan Sebagian Ahlak Rasulullah SAW

Bentuk tubuh Rasulullah
Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. yang pernah hidup bersama Rasulullah SAW, berkata:

"Saya bertanya kepada paman saya, Hind bin Abi Halah -yang selalu berbicara tentang Nabi yang mulia- untuk menceritakan kepada saya berkenaan dengan Nabi, agar kecintaan saya bertambah. Ia berkata, 'Nabi Allah sangat berwibawa dan sangat dihormati. Wajahnya bersinar seperti purnama. Ia lebih tinggi dari orang-orang pendek dan lebih pendek dari orang-orang jangkung. Kepalanya agak besar dengan rambut yang ikal. Bila rambutnya itu bisa disisir, ia pasti menyisir rambutnya. Kalau rambutnya tumbuh panjang, ia tak akan membiarkannya melewati daun telinga. Kulit wajahnya putih dengan dahi yang lebar. Kedua alisnya panjang dan lebat, tapi tidak bertemu.

Di antara kedua alisnya, ada pembuluh darah melintang yang tampak jelas ketika beliau marah. Ada seberkas cahaya yang menyapu tubuhnya dari bawah ke atas, seakan-akan mengangkat tubuhnya. Jika orang berjumpa dengannya dan tidak melihat cahaya itu, orang mungkin menduga ia mengangkat kepalanya karena sombong.'
'Janggutnya pendek dan tebal; pipinya halus dan lebar. Mulutnya lebar dengan gigi-gigi yang jarang dan bersih. Di atas dadanya ada bulu yang sangat halus; lehernya seperti batang perak murni yang indah. Tubuhnya serasi (semua anggota tubuhnya sangat serasi dengan ukuran anggota tubuh yang lain). Perut dan dadanya sejajar. Bahunya lebar, sendi-sendi anggota badannya gempal. Dadanya bidang. Bagian tubuhnya yang tidak tertutup pakaian bersinar terang. Segaris bulu yang tipis memanjang dari dada ke pusarnya. Di luar itu, dada dan perutnya tidak berbulu sama sekali. Lengan, bahu dan pundaknya berbulu. Lengannya panjang dan telapak tangannya lebar. Tangan dan kakinya tebal dan kekar. Jari-jemarinya panjang. Pertengahan telapak kakinya melengkung, tidak menyentuh tanah, air tidak membasahinya. Ketika berjalan ia mengangkat kakinya dari tanah dengan dada yang dibusungkan. Langkah-langkahnya lembut. Ia berjalan cepat seakan-akan menuruni bukit. Bila berhadapan dengan seseorang, Ia hadapkan seluruh tubuhnya, bukan hanya kepalanya. Matanya selalu merunduk. Pandangannya ke arah bumi lebih lama daripada pandangannya ke langit. Sesekali ia memandang dengan pandangan sekilas. Ia selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan salam kepada orang yang ditemuinya di jalan.'"

Cara bicara Rasulullah

Kemudian Imam Hasan berkata, "Ceritakan kepadaku cara bicaranya."

Hind bin Abi Halah berkata, "Ia selalu tampak sendu, selalu merenung dalam, dan tidak pernah tenang. Ia banyak diamnya. Ia tidak pernah berbicara yang tidak perlu. Ia memulai dan menutup pembicaraannya dengan sangat fasih. Pembicaraannya singkat dan padat, tanpa kelebihan kata-kata dan tidak kekurangan perincian yan diperlukan. Ia berbicara lembut, tidak pernah kasar atau menyakitkan. Ia selalu menganggap besar anugerah Tuhan betapapun kecilnya. Ia tidak pernah mengeluhkannya. Ia juga tidak pernah mengecam atau memuji berlebih-lebihan apapun yang ia makan

Dunia dan apapun yang ada padanya tidak pernah membuatnya marah. Tetapi, jika hak seseorang dirampas, ia akan sangat murka sehingga tidak seorang pun mengenalnya lagi dan tidak ada satu pun yang dapat menghalanginya sampai ia mengembalikan hak itu kepada yang punya. Ketika menunjuk sesuatu, ia menunjuk dengan seluruh tangannya. Ketika terpesona, ia membalikkan tangannya ke bawah. Ketika berbicara,terkadang ia bersedekap atau merapatkan telapak tangan kanannya pada punggung ibu jari kirinya. Ketika marah, ia palingkan wajahnya. Ketika tersinggung, ia merunduk. Ketika ia tertawa, gigi-giginya tampak seperti untaian butir-butir hujan es.

Imam Hasan berkata, “Saya menyembunyikan berita ini dari Imam Husain sampai suatu saat saya menceritakan kepadanya. Ternyata ia sudah tahu sebelumnya. Kemudian saya bertanya kepadanya tentang berita ini. Ternyata ia telah bertanya kepada ayahnya (Imam Ali) tentang Nabi, di dalam dan di luar rumah, cara duduknya dan penampilannya, dan ia menceritakan semuanya.”

Akhlak Rasulullah ketika masuk rumah

Imam Husain berkata, “Aku bertanya kepada ayahku tentang perilaku Nabi ketika ia memasuki rumahnya. Ayahku berkata, ‘Ia masuk rumah kapan saja ia inginkan. Bila berada di rumah, ia membagi waktunya menjadi tiga bagian; sebagian untuk Allah, sebagian untuk keluarganya, sebagian lagi untuk dirinya. Kemudian ia membagi waktunya sendiri antara dirinya dan orang lain; satu bagian khusus untuk sahabatnya dan bagian lainnya untuk umum. Ia tidak menyisakan waktunya untuk kepentingan dirinya. Termasuk kebiasaannya pada bagian yang ia lakukan untuk orang lain ialah mendahulukan atau menghormati orang-orang yang mulia dan ia menggolongkan manusia berdasarkan keutamaannya dalam agama. Di antara sahabatnya, ada yang mengajukan satu keperluan, dua keperluan, atau banyak keperluan lain. Ia menyibukkan dirinya dengan keperluan mereka. Jadi, ia menyibukkan dirinya untuk melayani mereka dan menyibukkan mereka dengan sesuatu yang baik bagi mereka.

“Ia sering menanyakan keadaan sahabatnya dan memberi tahu mereka apa yang patut mereka lakukan. ‘mereka yang hadir sekarang ini harus memberitahukan kepada yang tidak hadir. Beritahukan kepadaku orang yang tidak sanggup menyampaikan keperluannya kepadaku. Orang yang menyampaikan kepada pihak yang berwenang keluhan seseorang yang tidak sanggup menyampaikannya, akan Allah kokohkan kakinya pada Hari Perhitungan’. Selain hal-hal demikan, tidak ada yang disebut-sebut dihadapannya dan tidak akan diterimanya. Mereka datang menemui beliau untuk menuntut ilmu dan kearifan. Mereka tidak bubar sebelum mereka menerimanya. Mereka meninggalkan majlis Nabi sebagai pembimbing untuk orang di belakangnya.’

Akhlak Rasulullah di luar rumah

“Aku bertanya kepadanya tentang tingkah laku Nabi yang mulia di luar rumahnya. Ia menjawab, ‘Nabi itu pendiam sampai ia merasa perlu untuk bicara. Ia sangat ramah kepada setiap orang. Ia tidak pernah mengucilkan seorang pun dalam pergaulannya. Ia menghormati orang yang terhormat pada setiap kaum dan memerintahkan mereka untuk menjaganya kaumnya. Ia selalu berhati-hati agar berperilaku yang tidak sopan atau menunjukkkan wajah yang tidak ramah kepada mereka. Ia suka menanyakan keadaan sahabat-sahabatnya dan keadaan orang-orang di sekitar mereka, misalnya keluarganya atau tetangganya. Ia menunjukkan yang baik itu baik dan memperkuatnya. Ia menunjukkan yang jelek itu jelek dan melemahkannya. Ia selalu memilih yang tengah-tengah dalam segala urusannya.’

“Ia tidak pernah lupa memperhatikan orang lain karena ia takut mereka alpa atau berpaling dari jalan kebenaran. Ia tidak pernah ragu-ragu dalam kebenaran dan tidak pernah melanggar batas-batasnya. Orang-orang yang paling dekat dengannya adalah orang-orang yang paling baik. Orang yang paling baik, dalam pandangannya, adalah orang-orang yang paling tulus menyayangi kaum muslimin seluruhnya. Orang yang paling tinggi kedudukannya disisinya adalah orang yang paling banyak memperhatikan dan membantu orang lain.’”

Cara Rasulullah duduk

Imam Husain berkata, “Kemudian aku bertanya kepadanya tentang cara Rasulullah duduk. Ia menjawab, ‘Rasulullah tidak pernah duduk atau berdiri tanpa mengingat Allah. Ia tidak pernah memesan tempat hanya untuk dirinya dan melarang orang lain duduk di situ. Ketika datang di tempat pertemuan, ia duduk dimana saja tempat tersedia. Ia juga menganjurkan orang lain untuk berbuat yang sama. Ia memberikan tempat duduk dengan cara yang sama sehingga tidak ada orang yang merasa bahwa orang lain lebih mulia ketimbang dia. Ketika seseorang duduk di hadapannya, ia akan tetap duduk dengan sabar sampai orang itu berdiri atau meninggalkannya. Jika orang meminta sesuatu kepadanya, ia akan memberikan tepat apa yang orang itu minta. Jika tidak sanggup memenuhinya, ia akan mengucapkan kata-kata yang membahagiakan orang itu. Semua orang senang pada akhlaknya sehingga ia seperti ayah bagi mereka dan semua ia perlakukan dengan sama. Majlisnya adalah majlis kesabaran, kehormatan, kejujuran dan kepercayaan. Tidak ada suara keras di dalamnyadan tidak ada tuduhan-tuduhan yang buruk. Tidak ada kesalahan orang yang diulangi lagi di luar majlis. Mereka yang berkumpul dalam pertemuan memperlakukan sesamanya dengan baik dan mereka satu sama lain terikat dalam kesalehan. Mereka rendah hati, sangat menghormati yang tua dan penyayang kepada yang muda, dermawan kepada yang fakir, dan ramah kepada pendatang dari luar.’

Cara Rasulullah bergaul dengan sahabatnya

“Aku bertanya kepadanya bagaimana Rasulullah bergaul dengan sahabat-sahabatnya. Ia menjawab, ‘Rasulullah ceria, selalu lembut hati, dan ramah. Ia tidak kasar dan tidak berhati keras. Ia tidak suka membentak-bentak. Ia tidak pernah berkata kotor, tidak suka mencari-cari kesalahan orang, juga tidak suka memuji-muji berlebihan. Ia mengabaikan apa yang tidak disukainya dalam perilaku orang begitu rupa sehingga orang tidak tersinggung dan tidak putus asa. Ia menjaga dirinya untuk tidak melakukan tiga hal: bertengkar, banyak omong, dan berbicara yang tidak ada manfaatnya. Ia juga menghindari tiga hal dalam hubungannya dengan orang lain: mengecam orang, mempermalukan orang, dan mengungkit-ungkit kesalahan orang. Ia tidak pernah berkata kecuali kalau ia berharap memperoleh anugerah Tuhan. Bila ia berbicara, pendengarnya menundukkan kepalanya, seakan-akan burung bertengger di atas kepalanya. Baru kalau ia diam, pendengarnya berbicara. Mereka tidak pernah berdebat di hadapannya. Jika salah seorang di antara mereka berbicara, yang lain mendengarkannya sampai ia selesai. Mereka bergiliran untuk berbicara di hadapannya. Ia tertawa jika sahabatnya tertawa; ia juga terkagum-kagum jika sahabatnya terpesona. Ia sangat penyabar kalau ada orang baru bertanya atau berkata yang tidak sopan, walaupun sahabat-sahabatnya keberatan. Ia biasanya berkata, “Jika kamu melihat orang yang memerlukan pertolongan, bantulah ia.” Ia tidak menerima pujian kecuali dari orang yang tulus. Ia tidak pernah menyela pembicaraan orang kecuali kalau orang itu melampaui batas. Ia menghentikan pembicaraannya atau berdiri meninggalkannya.’

Diamnya Rasulullah

“Kemudian aku bertanya padanya tentang diamnya Nabi. Ia berkata, ‘Diamnya Nabi karena empat hal: karena kesabaran, kehati-hatian, pertimbangan, dan perenungan. Berkaitan dengan pertimbangan, ia lakukan untuk melihat dan mendengarkan orang secara sama. Berkaitan dengan perenungan, ia lakukan untuk memilah yang tersisa (bermanfaat) dan yang binasa (yang tidak bermanfaat). Ia gabungkan kesabaran dengan lapang-dada. Tidak ada yang membuatnya marah sampai kehilangan kendali diri. Ia berhati-hati dalam empat hal: dalam melakukan perbuatan baik sehingga orang dapat menirunya; dalam meninggalkan keburukan sehingga orang berhenti melakukannya; dalam mengambil keputusan yang memperbaiki ummatnya; dan dalam melakukan sesuatu yang mendatangkan kebaikan dunia dan akhirat.”
(Ma’ani Al Akhbar 83; ‘Uyun Al Akhbar Al Ridha 1:246; Ibnu Katsir, Al Shirah Nabawiyah 2:601; lihat Thabathabai, Sunan Al Nabi SAW 102-105).
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Teladan Rasulullah

Tidak ada teladan sebaik Rasulullah . Barangsiapa meneladani Rasulullah , niscaya ia akan menjadi teladan Seribu lima ratus tahun yang silam, siapa yang tidak mengenal sosok Abu Bakar, khalifah pertama pengganti Rasulullah sebagai imam umatnya? Dialah pribadi paling mulia di antara umat Muhammad. Siapa pula yang tidak mengenal Umar bin Khaththab, orang terbaik setelah Abu Bakar? Demikian juga dengan Utsman bin ‘Affan, orang terbaik setelah Umar, serta Ali bin Abu Thalib, yang merupakan orang terbaik setelah Utsman?

Semuanya merupakan keutamaan Allah , di mana Ia telah memilih mereka menjadi orang-orang terbaik dari umat Rasulullah . Mereka menjadi teladan generasi setelah mereka dikarenakan mereka menjadikan Rasulullah  sebagai suri teladan dalam seluruh aspek kehidupannya. Keberadaan Rasulullah  di tengah-tengah mereka, telah mewarnai kehidupan mereka yang penuh kemuliaan, kebaikan, kebahagiaan, ketentraman, ketenangan, kenyamanan, kejayaan, dan sebagainya. Tidak hanya itu, mereka bahkan berada di akhir kehidupan dan mengakhiri perjuangannya dengan keberhasilan yang gemilang, yaitu membuka pintu segala kenikmatan yang ada di sisi Allah di dalam surga-Nya.

Rasulullah telah menjadi teladan para shahabatnya, serta menjadi panutan dalam melangkah dan mengarungi samudera yang dahsyat dengan gelombangnya. Ini merupakan sinyalemen keberhasilan mereka dalam menjadikan dan mempraktikkan bimbingan Allah di dalam Al Qur’an:
“Sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagi orang yang berharap kepada Allah, hari akhir dan bagi orang yang banyak mengingat Allah.” (Al-Ahzab: 21)

Imam As Sa’dy mengatakan di dalam tafsirnya hal. 609, “Sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasulullah suri teladan yang baik yaitu dari sisi di mana beliau menghadiri sendiri suara hiruk pikuk dan langsung terjun ke medan laga. Beliau adalah orang yang mulia dan pahlawan yang gagah berani. Lalu bagaimana kalian menjauhkan diri kalian dari perkara yang Rasulullah bersungguh-sungguh melaluinya seorang diri? Maka jadikanlah dia sebagai panutan kalian dalam perkara ini dan sebagainya.”

Kemudian dikatakan oleh Imam As Sa’dy: “Suri teladan itu ada dua macam yaitu yang baik dan yang buruk. Suri teladan yang baik itu ada pada diri Rasulullah  karena orang yang menjadikannya sebagai suri teladan, sungguh dia telah menempuh jalan yang akan menyampaikan kepada kemuliaan yang ada di sisi Allah. Itulah jalan yang lurus.

Adapun menjadikan selain Rasulullah sebagai suri teladan, apabila orang tersebut menyelisihi beliau, maka itu adalah suri teladan yang jelek seperti ucapan orang musyrik ketika diseru untuk menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan, mereka mengatakan: ‘Sesungguhnya kami telah menemukan bapak-bapak kami di atas satu ajaran dan kami di atas agama mereka mengikut.’ Suri teladan yang baik ini akan ditempuh dan akan mendapatkan taufiq atasnya, oleh orang-orang yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah dan kebahagiaan di hari akhir.

Yang mendorongnya untuk menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan yang baik adalah iman, takut kepada Allah, berharap pahala dari-Nya, dan takut terhadap adzab-Nya.
Al Hafidz Ibnu Katsir, dalam tafsir 3/483, mengatakan: “Ayat ini merupakan landasan pokok menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan dalam ucapan-ucapan beliau, perbuatan-perbuatan, dan dalam semua keadaan beliau.”

Keteladanan Rasulullah

Keteladanan Rasulullah telah dinobatkan sendiri oleh Allah di dalam Al Qur’an. Ini menunjukkan kesempurnaan Rasulullah dari semua sisi kemanusiaan yang tidak dimiliki oleh selainnya, dahulu maupun sekarang.

Ibnul Qayyim dalam kitab beliau Al Fawaid hal. 172 mengatakan: “Tatkala Rasulullah menampakkan sangat butuhnya beliau kepada Allah (beribadah), yang demikian itu menjadikan sangat butuhnya manusia kepadanya baik di dunia dan di akhirat. Kebutuhan mereka (manusia) di dunia (terhadap Rasulullah) jauh lebih penting dibandingkan dengan kebutuhan mereka terhadap makanan dan minuman, serta ruh yang merupakan kehidupan jasad. Adapun kebutuhan manusia kepada Rasulullah di akhirat yaitu ketika seluruh manusia di saat itu meminta kepada semua Rasul agar meminta kepada Allah syafa’at yang akan membebaskannya dari kedahsyatan hidup. Semua nabi di saat itu tidak sanggup untuk melakukan demikian. Lalu beliau  memberikan syafa’at kepada mereka dan dialah yang meminta agar dibukakan bagi mereka pintu surga.”

Mushthofa Al ‘Adawi dalam kitab beliau Fiqhul Akhlak 1/7 mengatakan: “Dan telah terhimpun pada diri Rasulullah sifat-sifat yang terpuji seperti malu, dermawan, pemberani, berwibawa, sambutan yang baik, lemah lembut, memuliakan anak yatim, baik batinnya, jujur dalam ucapan, menjaga diri dari perkara yang mendatangkan maksiat, suci, bersih, suci dirinya dan segala sifat-sifat yang baik”.
Aisyah x ketika ditanya tentang akhlak Rasulullah, beliau menjawab: “Akhlaknya adalah Al Qur’an.” (HR. Muslim no. 746)

Inilah jawaban dari seorang shahabiyah yang faqih dan mengetahui secara jelas di hadapan matanya bagaimana Rasulullah berkata, berbuat, dan bertingkah laku, dikarenakan beliau adalah isteri Rasulullah. Jawaban yang sangat singkat dan mencakup segala perkara kebaikan di dalam agama ini.

Penyayang

Di antara bentuk keteladan beliau adalah penyayang. Apakah anda memiliki sifat kasih sayang kepada sesama? Dan sudahkah anda berhias dengan sifat ini? Sifat Rasulullah ini telah diceritakan oleh Allah di dalam Al-Qur’an. Allah berfirman:
“Sungguh telah datang kepada kalian seorang Rasul dari diri-diri kalian. Sangat bersedih terhadap apa yang memberatkan kalian dan bersemangat (untuk memberikan hidayah) kepada kalian dan lemah lembut dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.” (At-Taubah: 128)

Allah berfirman, yang artinya: “Muhammad adalah Rasul Allah dan orang-orang yang menyertainya sangat keras terhadap orang kafir dan penyayang antara sesama mereka.” (Al-Fath: 29)

“Maka dengan rahmat Allahlah kamu menjadi lemah lembut terhadap mereka dan jika kamu berkeras hati niscaya mereka akan lari darimu.” (Ali-‘Imran: 159)

Sekali lagi sudahkah anda berhias dengan sifat ini padahal Rasulullah bersabda: “Tiadalah sifat kelemahlembutan itu ada pada sesuatu melainkan akan menjadikannya indah dan tidaklah tercabut dari sesuatu melainkan akan menjadikannya jelek.” (HR. Muslim dari shahabat ‘Aisyah x)

Dan Rasulullah bersabda: “Bukan termasuk dari kami orang yang tidak menyayangi yang kecil dan menghormati yang besar.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dari shahabat Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash)

Sumber bacaan:
1. Al Qur’an
2. Riyadhus shalihin, Imam An-Nawawi
3. Al Fawaid, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
4. Fiqhul Akhlak, Musthofa Al-Adawy
http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=66
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

19 KEISTIMEWAAN WANITA

1. Doa wanita itu lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda , " Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia."

2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang soleh.

3. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah .Dan orang yang takutkan Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

4. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW) di dalam syurga.

5. Barangsiapa membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya) maka pahalanya seperti melakukan amalan bersedekah.Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.

6. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

7. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta sikap bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga.

8. Apabila memanggil akan dirimu dua orang ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu terlebih dahulu.

9. Daripada Aisyah r.a." Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.

10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutuplah pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

11. Wanita yang taat pada suaminya, maka semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga solat dan puasanya.

12. Aisyah r.a berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?" Jawab Rasulullah SAW "Suaminya." " Siapa pula berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah SAW, "Ibunya."

13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta kepada suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.

14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam syurga terlebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).

15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya,maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.

17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

18. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.

19. Apabila semalaman seorang ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.

6 JENIS WANITA MALANG

“Jangan engkau kahwini wanita yang enam, jangan yang Ananah, yang Mananah, dan yang Hananah, dan jangan engkau kahwini yang Hadaqah, yang Baraqah dan yang Syadaqah.”

Wanita Ananah:banyak mengeluh dan mengadu dan tiap saat memperalatkan sakit atau buat-buat sakit.

Wanita Mananah:suka membangkit-bangkit terhadap suami. Wanita ini sering menyatakan, “Aku membuat itu keranamu”.

Wanita Hananah: menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain, yang dikahwininya sebelum ini atau kepada anaknya dari suami yang lain.

Wanita Hadaqah: melemparkan pandangan dan matanya pada tiap sesuatu, lalu menyatakan keinginannya untuk memiliki barang itu dan memaksa suaminya untuk membelinya.

Wanita Baraqah: ada 2 makna, pertama yang sepanjang hari mengilatkan dan menghias mukanya, kedua dia marah ketika makan dan tidak mahu makan kecuali sendirian dan diasingkannya bahagianya..

Wanita Syadaqah: banyak cakap tidak menentu lagi bising.

Dicatat oleh DRS. KHALIL IDHAM LIM
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Benarkah Mesotherapy Bisa Memberantas Selulit


Mesotherapy dikembangkan di Perancis pada tahun 1952 dan diperkenalkan beberapa tahun yang lalu di Amerika Serikat. Benarkah Mesotherapy bisa menyingkirkan problema selulit?

Mesotherapy dipromosikan sebagai alternatif tanpa sedot lemak untuk mengurangi dan memberantas selulit tubuh dan di sekelilingnya. Tapi belum terbukti efektif dan secara potensial bisa berbahaya jika digunakan.

Selulit adalah istilah untuk deposito lemak berlebih yang memberikan penampilan kulit terlihat ada guratan-guratan putih seperti parut. Dalam metode Mesotherapy, seorang dokter menyuntikkan campuran obat, ekstrak tumbuh-tumbuhan, enzim, dan senyawa lainnya ke dalam daerah kulit yang bermasalah.

Bahan yang sering digunakan adalah phosphatidylcholine (lesitin) dan isoproterenol yakni obat asma yang sudah digunakan dalam penelitian obesitas. Para pendukung yang menggunakan teknik ini mengatakan bahwa Mesotherapy dapat meningkatkan aliran darah dan getah bening ke dalam jaringan dan memecah sel-sel lemak, yang kemudian dikeluarkan dari tubuh.

Tapi tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana cara kerjanya dan jika ada efeknya, masyarakat pun penting untuk mengetahuinya. Inilah yang membuat para dokter mewaspadai efek yang terjadi jika prosedur ini dilakukan.

Selain itu, tidak ada formula standar atau dosis yang disarankan oleh para praktisi dalam melakukan campuran formula obat dalam proses kerjanya. Rata-rata mereka yang melakukannya akan membuat takaran campuran sendiri.

Tidak ada obat yang disetujui FDA untuk digunakan dalam Mesotherapy tubuh. Proses ini juga tidak diketahui secara pasti apakah efeknya bisa mempengaruhi jaringan atau organ lain. Karena proses Mesotherapy tidak cukup dengan anggaran yang sedikit, paling tidak dibutuhkan persiapan biaya lebih dari $ 1.000 per sesi, sebanyak lima sesi atau lebih, yang mungkin disarankan.

Meskipun tidak ada laporan efek serangan jantung atau stroke, seperti yang terjadi pada sedot lemak, Mesotherapy tetap tidak bebas risiko. Bahkan yang paling ekstrim efeknya dapat menimbulkan pembengkakan, reaksi alergi dan infeksi, yang membutuhkan terapi obat, bahkan pembedahan. Jika pun dilakukan dengan benar, akan ada bekas seperti jaringan parut yang membuat kulit makin tidak cantik.

Untuk itu berusahalah menghindari Mesotherapy untuk solusi kesehatan kulit Anda. Saran terbaik adalah, dengan berolahraga dan berusaha menurunkan berat badan dengan cara yang benar. Cara-cara sederhana ini justru bisa membantu mengurangi selulit sekaligus bisa bermanfaat bagi kesehatan Anda.
sumber : viva news
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kesulitan Belajar Pada Anak

PENDAHULUAN

Bayangkan betapa menderitanya seorang anak jika ia tidak mampu untuk mengemukakan atau mengkomunikasikan segala keinginannya atau ia tidak mampu memusatkan perhatiannya untuk belajar. Kondisi ini akan membuat anak mengalami kesulitan di dalam kelas dan mungkin tertinggal dalam satu atau beberapa mata pelajaran tertentu. Tidak hanya anak yang merasa tertekan, orang tuanyapun mungkin akan merasakan kebingungan atas problematika yang dihadapi oleh sang anak.

Proses belajar merupakan suatu proses yang berkesinambungan dalam membentuk sumber daya manusia yang tangguh. Sejak bayi dilahirkan, ia sudah mulai dengan proses belajarnya yang pertama yaitu, belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dunia. Hal ini akan berjalan terus sampai anak masuk sekolah dan proses pembelajaran formal mulai diterapkan pada dirinya. Pada saat ini, seorang anak perlu dirangsang untuk mengembangkan rasa cinta akan belajar, kebiasaan-kebiasaan belajar yang baik dan rasa diri sebagai pelajar yang sukses. Namun demikian, proses pembelajaran tidak selalu berjalan mulus hanya dengan faktor di atas.
Kesulitan/Gangguan belajar ( Learning Disorders ) merupakan suatu kesulitan/gangguan belajar pada anak dan remaja yang ditandai oleh adanya kesenjangan yang signifikan antara taraf intelengensi seorang anak dengan kemampuan akademik yang seharusnya sudah dapat dicapai oleh anak seusianya.

Hal ini merupakan masalah, baik di sekolah maupun di rumah. Oleh karena, gangguan /kesulitan belajar yang tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan berbagai bentuk gangguan emosional/psikiatrik yang akan berdampak lebih buruk lagi bagi perkembangan kualitas hidup anak di kemudian hari. Dengan demikian kepekaan orang tua dan guru kelas sangatlah membantu dalam deteksi dini kesulitan belajar, sehingga anak dapat memperoleh penanganan sedini dan seoptimal mungkin dari tenaga professional sebelum semuanya menjadi terlambat.

BERAPA SERING ANGKA KEJADIAN KESULITAN BELAJAR ?

Pada tahun 1997, dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dikatakan bahwa 1,8 % dari anak usia sekolah mengalami kesulitan belajar, dengan kesulitan membaca sebagai kesulitan belajar utama. 20 % dari anak yang di diagnosis kesulitan belajar tersebut dikatakan mengalami defisit neurologis yang bervariasi dari ringan sampai berat sehingga membuat mereka
menjadi sulit untuk menulis dan membaca.
Di Indonesia pada tahun 1996 Pusbang Kurrandik ( Pusat Pengembangan Kurikulum dan Sarana Pendidikan ) Balitbang Dikbud melakukan penelitian terhadap 4994 siswa sekolah dasar kelas I – VI di provinsi Jabar, Lampung, Kalbar dan Jatim, mendapatkan hasil bahwa 696 dari siswa SD( 13,94 % ) tersebut mengalami kesulitan belajar umum, dan 479 di antaranya mengalami kesulitan membaca ( disleksia ). Hal ini memberikan gambaran bahwa kesulitan belajar di kalangan siswa SD perlu mendapat perhatian yang serius dari semua pihak, baik dari dunia pendidikan, medik, psikologik, orang tua dan pihak lainnya yang terkait, karena tahap sekolah dasar merupakan tahap preliminer dalam mencapai tahap pendidikan ke jenjang berikutnya.

APA TUJUAN DAN KEBUTUHAN PROSES BELAJAR ?

Proses belajar pada anak mempunyai beberapa tujuan, diantaranya ialah ;
Untuk dapat maju ke fase perkembangan selanjutnya
Agar anak mempunyai keterampilan-keterampilan yang baru yang berguna bagi perkembangan dirinya
Agar anak dapat mengerti peranan sosial yang harus dijalankannya, serta mampu mengerti peranan orang lain dalam konteks sosialnya.

Dengan demikian proses belajar merupakan suatu proses seumur hidup yang kompleks dan merupakan bagian dari proses tumbuh kembang seorang anak. Aspek perkembangan yang banyak berperan dalam dalam proses belajar ialah perkembangan kognitif.

Ada tiga faktor yang dibutuhkan dalam perkembangan kognitif /proses belajar yang optimal, yaitu :

1. Kematangan dan keutuhan dari struktur organ-organ seseorang, termasuk otak, alat persepsi,sistim motorik, serta faktor genetik.

2. Stimulasi atau rangsangan yang optimal dan berkesinambungan dari lingkungan. Sikap , respon dan dorongan dari orang tua sangatlah berpengaruh dalam proses belajar seorang anak. Sikap menghargai setiap rasa keingintahuan anak merupakan awal dan dasar yang kuat bagi proses belajar sang anak selanjutnya. Di lain pihak, sekolah yang merupakan tempat anak menempa ilmu secara formal juga ikut berperan. Bangunan fisik sekolah, guru, relasi guru dengan anak, dan relasi anak dengan teman sebayanya, serta kurikulum yang dijalankan sekolah juga merupakan hal yang krusial dalam tercapainya perkembangan kognitif yang optimal

3. Peran aktif anak yang bersangkutan untuk mengolah setiap asupan yang diterima dari lingkungannya. Dengan kata lain, motivasi dan minat belajar yang tinggi pada seorang anak akan mendorong dirinya menuju ke arah perkembangan kognitif yang baik.

Oleh karena itu, proses belajar tidak hanya dipengaruhi oleh faktor yang ada di dalam diri anak saja, tetapi juga oleh faktor-faktor eksternal lainnya. Dengan demikian, adanya gangguan atau hambatan pada ke tiga faktor di atas dapat menimbulkan berbagai jenis kesulitan belajar pada anak.

BERBAGAI JENIS GANGGUAN FISIK DAN PSIKIATRIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN TIMBULNYA KESULITAN BELAJAR PADA ANAK.

I. GANGGUAN FISIK

Gangguan dalam sistim saraf pusat/otak anak atau organ pendengaran atau organ penglihatan, misalnya oleh karena adanya infeksi baik langsung maupun tidak langsung pada otak, trauma pada otak, penyakit bawaan, gangguan konduksi listrik ( epilepsi ), gangguan metabolic sistemik, dll. Semua ini dapat yang menyebabkan timbulnya disfungsi otak minimal, yang mungkin bermanifestasi dalam berbagai bentuk gangguan psikiatrik, di antaranya ialah kesulitan belajar.

II. GANGGUAN PSIKIATRIK

o Retardasi Mental
Kondisi ini ditandai oleh tingkat kecerdasan anak yang berada di bawah rata-rata. Anak akan mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari sebagaimana anak seusianya, seperti mengurus dirinya sendiri, melakukan pekerjaan rumah atau berinteraksi dengan lingkungannya.
o Gangguan Pemusatan Perhatian & Hiperaktivitas.
Ciri utama dari gangguan ini adalah kesulitan anak untuk memusatkan perhatian-nya yang timbul pada lebih dari satu situasi, misalnya di rumah, di sekolah dan di dalam kendaraan, dll, dapat disertai atau tidak disertai dengan hiperaktivitas. Gangguan ini disebabkan oleh adanya kelainan fungsi inhibisi perilaku dan kontrol diri. Anak tidak mampu untuk berkonsentrasi pada satu pekerjaan tertentu, dan merencanakan tujuan dari pekerjaan tersebut. Ia tidak mampu menyusun langkah-langkah dalam usaha untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian ia akan mengalami kesulitan dalam menyimak pelajaran yang diberikan gurunya, dan akhirnya ia tidak mengerti apa yang diterangkan oleh gurunya itu.
• Gangguan Tingkah Laku
Pada anak yang mengalami gangguan ini seringkali dikatakan sebagai anak nakal, sulit diatur, suka melawan, sering membolos dan berperilaku antisosial, dll. Anak dengan Gangguan Tingkah Laku ini seringkali mempunyai prestasi akademik di bawah taraf yang diperkirakan. Kesulitan belajar yang terjadi dikarenakan anak sering membolos, malas, motivasi belajar yang kurang, kurang disiplin, dll.
o Gangguan Depresi
Seorang anak yang mengalami Gangguan Depresi akan menunjukkan gejala-gejala seperti: Perasaan sedih yang berkepanjangan, Suka menyendiri ,Sering melamun di dalam kelas/di rumah ,Kurang nafsu makan atau makan berlebihan ,Sulit tidur atau tidur berlebihan , Merasa lelah, lesu atau kurang bertenaga ,Merasa rendah diri, Sulit konsentrasi dan sulit mengambil keputusan ,Merasa putus asa, Gairah belajar berkurang, Tidak ada inisiatif, hipo/hiperaktivitas
Anak dengan gejala-gejala depresi akan memperlihatkan kreativitas, inisiatif dan motivasi belajar yang menurun, dengan demikian akan menimbulkan kesulitan belajar sehingga membuat prestasi belajar anak menurun hari demi hari.

JENIS KESULITAN BELAJAR

Kesulitan belajar bukanlah suatu diagnosis tunggal semata-mata, melainkan terdiri dari berbagai jenis gangguan dengan berbagai macam gejala, penyebab, pengobatan dan perjalanan penyakit. Tidak semua problem belajar merupakan suatu kesulitan belajar. Ada anak yang menunjukkan perkembangan suatu keahlian tertentu lebih lambat daripada anak lain seusianya dan sebaliknya, tetapi masih dalam batas kewajaran. Untuk menentukan apakah seorang anak mengalami kesulitan belajar tertentu atau tidak digunakan pedoman yang diambil dari Diagnostic & Statistical Manual of Mental Disorders IV ( DSM - IV ).


Ada 2 kelompok besar kesulitan belajar, yaitu :

1. Gangguan Perkembangan Wicara & Berbahasa
Problem wicara & bahasa seringkali merupakan indikator awal adanya kesulitan belajar pada seorang anak. Gangguan berbahasa pada anak usia balita berupa keterlambatan komunikasi baik verbal ( berbicara ) maupun non-verbal. Secara umum dapat dikatakan bahwa bila anak berusia 2 tahun belum dapat mengatakan kalimat 2 kata yang berarti, maka anak mengalami
keterlambatan perkembangan wicara-bahasa.
Anak dengan Gangguan Perkembangan Wicara & Bahasa dapat mengalami kesulitan
untuk ;
• Memproduksi suara huruf/kata tertentu
• Menggunakan bahasa verbal/tutur dalam berkomunikasi, tetapi
pemahaman bahasanya baik. Orang tua sering kali berkata “ anak saya
mengerti apa yang saya ucapkan, tetapi belum bias berbicara “.
• Memahami bahasa verbal yang dikemukakan oleh orang lain,
walaupun kemampuan pendengarannya baik. Anak hanya dapat meniru kata-kata
tanpa mengerti artinya ( membeo ).

2. Gangguan Kemampuan Akademik ( Academic Skills Disorders )
Ada 3 jenis Gangguan Kemampuan Akademik ;
o Gangguan Membaca
Membaca merupakan dasar utama untuk memperoleh kemampuan belajar di bidang
lainnya. Proses membaca ini merupakan suatu proses yang kompleks yang
melibatkan ke dua belahan otak. Persentasi dari Gangguan Membaca ini
dikatakan sebesar 2- 8 % dari anak usia sekolah. Anak yang mengalami
Gangguan Membaca menunjukkan adanya ;
i. Inakurasi dalam membaca, seperti ;
§ Membaca lambat, kata demi kata jika dibandingkan dengan anak seusianya, intonasi suara turun naik tidak teratur
§ Sering terbalik dalam mengenali huruf dan kata, misalnya antara kuda dengan daku, palu dengan lupa, huruf b dengan d, p dengan q, dll
§ Kacau terhadap kata yang hanya sedikit perbedaannya, misalnya bau dengan buah, batu dengan buta, rusa dengan lusa, dll
§ Sering mengulangi dan menebak kata-kata atau frasa
ii. Pemahaman yang buruk dalam membaca, dalam arti anak tidak mengerti isi cerita/teks yang dibacanya.

o Gangguan Menulis Ekspresif
Kondis ini ditandai oleh ketidakmampuan anak untuk membuat suatu komposisi tulisan dalam bentuk teks, dan keadaan ini tidak sesuai dengan tingkat perkembangan anak seusianya. Gejala utamanya ialah adanya kesalahan dalam mengeja kata-kata, kesalahan tata bahasa, kesalahan tanda baca, paragraf dan tulisan tangan yang sangat buruk. Selain itu, mereka juga mengalami kemiskinan tema dalam karangannya.
• Gangguan Berhitung
Gangguan Berhitung merupakan suatu gangguan perkembangan kemampuan aritmetika atau keterampilan matematika yang jelas mempengaruhi pencapaian prestasi akademikanya atau mempengaruhi kehidupan sehari-hari anak. Gejala yang ditampilkan di antaranya ialah;
§ Kesulitan dalam mempelajari nama-nama angka
§ Kesulitan dalam mengikuti alur suatu hitungan
§ Kesulitan dengan pengertian konsep kombinasi dan separasi
§ Inakurasi dalam komputasi
§ Selalu membuat kesalahan hitungan yang sama
§ Dll

BAGAIMANA DETEKSI DINI KESULITAN BELAJAR ?

Tanda dari kesulitan belajar sangat bervariasi, tergantung dari usia anak pada saat itu. Sensitivitas atau kepekaan orang tua dan guru seringkali sangat membantu dalam deteksi dini. Orang tua atau guru yang melihat adanya kesenjangan yang konsisten antara kemampuan akademik anak dengan kemampuan rata-rata teman sekelasnya atau prestasi anak yang tidak kunjung meningkat walaupun pelajaran tambahan sudah diberikan, haruslah mulai berpikir apa yang sebenarnya terjadi dalam diri sang anak. Apalagi jika disertai oleh beberapa gejala di bawah ini ;.

*** Untuk anak pra-sekolah ;
§ Keterlambatan berbicara jika dibandingkan anak seusianya
§ Adanya kesulitan dalam pengucapan kata
§ Kemampuan penguasaan jumlah kata yang minim
§ Seringkali tidak mampu menemukan kata yang sesuai untuk suatu kalimat
§ Kesulitan untuk mempelajari dan mengenali angka, huruf dan nama-nama hari dalam seminggu
§ Mengalami kesulitan dalam menghubung-hubungkan kata dalam suatu kalimat
§ Kegelisahan yang sangat ekstrim dan mudah teralih perhatiannya
§ Kesulitan berinteraksi dengan anak seusianya
§ Menunjukkan kesulitan dalam mengikuti suatu petunjuk atau rutinitas tertentu
§ Selalu menghindari permainan ‘puzzles’
§ Menghindari pelajaran menggambar atau prakarya tertentu seperti menggunting

*** Untuk anak usia sekolah

§ Mempunyai kemampuan daya ingat yang buruk
§ Selalu membuat kesalahan yang konsisten dalam mengeja dan membaca, misalnya huruf b dibaca d, huruf m dibaca w, kesalahan transposisi yaitu kata roda dibaca dora
§ Lambat untuk mempelajari hubungan antara huruf dengan bunyi pengucapannya
§ Bingung dengan operasionalisasi tanda-tanda dalam pelajaran matematika, misalnya tidak dapat membedakan antara tanda – dengan +, tanda + dengan x, dll
§ Sulit dalam mempelajari keterampilan baru, terutama yang membutuhkan kemampuan daya ingat yang baik
§ Sangat aktif, tidak mampu menyelesaikan satu tugas/kegiatan tertentu secara tuntas
§ Impulsif ( bertindak sebelum berpikir )
§ Sulit konsentrasi atau perhatiannya mudah teralih
§ Sering melakukan pelanggaran baik di sekolah atau di rumah
§ Tidak bertanggung jawab terhadap kewajibannya
§ Tidak mampu merencanakan kegiatan sehari-harinya
§ Problem emosional seperti mengasingkan diri, pemurung, mudah tersinggung atau acuh terhadap lingkungannya
§ Menolak bersekolah
§ Mengalami kesulitan dalam mengikuti petunjuk atau rutinitas tertentu
§ Ketidakstabilan dalam menggenggam pensil/pen
§ Kesulitan dalam mempelajari pengertian tentang hari / waktu

Jika orang tua atau guru menemukan beberapa gejala di atas maka sebaiknya dilakukan evaluasi oleh tenaga profesional seperti, dokter anak atau psikiater anak atau tenaga profesional lainnya.

PEMERIKSAAN APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN ?

Pemeriksaan terhadap anak dengan kesulitan belajar sebaiknya dilakukan oleh suatu tim kerja terpadu yang meliputi berbagai disiplin ilmu, seperti ;
1. Dokter anak
2. Psikiater anak
3. Psikolog
4. Orthopaedagog
5. dll

• Wawancara orang tua dan anak
o Riwayat kehamilan
o Riwayat perkembangan fisik dan mental anak
o Riwayat medik anak termasuk fungsi indera penglihatan dan pendengaran
o Riwayat keluarga dan ada tidaknya perubahan struktur keluarga
o Usia mulai timbulnya kesulitan belajar
o Ada tidaknya masalah kelurga yang dapat memicu timbulnya kesulitan belajar pada anak
o Apakah ada tanda-tanda pencenderaan pada anak, baik fisik, emosi atau seksual

• Evaluasi anak oleh
o Dokter anak
Dokter anak merupakan dokter yang sering melakukan skrining awal adanya kesulitan belajar pada anak. Pemeriksaan fisik dan neurologi lengkap biasanya telah dilakukan, termasuk pemeriksaan mata, pendengaran atau kondisi medik lainnya bila diperlukan
o Psikiater anak
Melakukan pemeriksaan kondisi mental emosional anak. Evaluasi perasaan anak terhadap ketidakmampuan dalam memenuhi harapan sekolah atau orang tuanya.
Observasi bagaimana interaksi anak dengan lingkungannya, harapan dan cita-cita anak. Selain itu, melakukan analisa dan penyimpulan akan adanya gangguan psikiatrik lain yang menyertai kesulitan belajar
o Psikolog
Pemeriksaan oleh psikolog akan memberikan data mengenai sikap anak dalam menghadapi tugas dan tanggung jawabnya. Selain itu juga memberikan masukan mengenai fungsi kecerdasan, bakat dan minat anak secara keseluruhan.
o Guru
Informasi mengenai pola perilaku dan prestasi akademik anak di sekolah, khususnya di dalam kelas merupakan informasi yang penting diketahui. Informasi ini tidak hanya penting dalam menegakkan diagnosis, tetapi juga dalam tindak lanjut dari penanganan yang akan dan telah diberikan kepada anak.

DAMPAK KESULITAN BELAJAR
Kesulitan belajar yang terjadi pada seorang anak tidak hanya berdampak bagi pertumbuhan dan perkembangan anak saja, tetapi juga berdampak dalam kehidupan keluarga dan juga dapat mempengaruhi interaksi anak dengan lingkungannya. Sistim keluarga dapat mengalami disharmoni oleh karena saling menyalahkan di antara ke dua orang tua. Orang tua merasa frustrasi, marah, kecewa, putus asa, merasa bersalah atau menolak, dengan kondisi ini justru membuat anak dengan kesulitan belajar merasa lebih terpojok lagi.
Anak dengan kesulitan belajar seringkali menuding dirinya sebagai anak yang bodoh, lambat, berbeda dan keterbelakang. Mereka menjadi tegang, malu, rendah diri dan berperilaku nakal, agresif, impulsif atau bahkan
menyendiri/menarik diri untuk menutupi kekurangan pada dirinya. Seringkali mereka tampak sulit berinteraksi dengan teman-teman sebayanya, dan lebih mudah bagi mereka untuk bergaul dan bermain dengan anak-anak yang mempunyai usia lebih muda dari mereka. Hal ini menandakan terganggunya sistim harga diri anak. Kondisi ini merupakan sinyal bahwa anak membutuhkan pertolongan segera.


APAKAH KESULITAN BELAJAR DAPAT DIATASI ?

Walaupun gangguan yang terjadi pada sebagian otak sudah tidak dapat diperbaiki lagi, tetapi masih ada bagian otak lain yang masih dapat dirangsang untuk dapat berfungsi optimal. Oleh karena itu pemberian terapi haruslah sedini dan seoptimal mungkin, sehingga anak diharapkan dapat mengejar apa yang menjadi kekurangannya selama ini. Penanganan yang diberikan pada kasus anak dengan kesulitan belajar tergantung pada hasil pemeriksaan yang komprehensif dari tim kerja. Tim ini terdiri dari berbagai tenaga profesional ( sudah disebutkan di atas ) yang bekerja pada suatu klinik kesulitan belajar. Dengan demikian orang tua akan memperoleh pelayanan ‘one stop assessment’ yang mempermudah mereka dalam mencari pertolongan untuk anaknya.

Penanganan yang diberikan pada anak dengan kesulitan belajar meliputi ;
o Penatalaksanaan di bidang medis
o Penatalaksanaan di bidang pendidikan


A. Penatalaksanaan di bidang medis


Terapi obat
Pengobatan yang diberikan adalah sesuai dengan gangguan fisik atau
psikiatrik yang diderita oleh anak, misalnya ;
§ Berbagai kondisi depresi dapat diberikan obat gol. Antidepresan
§ GPPH diberikan obat gol. Psikostimulansia, misalnya Ritalin
§ Dll.

Terapi perilaku
Terapi perilaku yang sering diberikan adalah modifikasi perilaku. Dalam hal ini anak akan mendapatkan penghargaan langsung jika ia dapat memenuhi suatu tugas atau tanggung jawab atau berperilaku positif tertentu. Di lain pihak, ia akan mendapatkan peringatan jika ia memperlihatkan perilaku negatif. Dengan adanya penghargaan dan peringatan langsung ini maka diharapkan anak dapat mengontrol perilaku negatif yang tidak dikehendaki, baik di sekolah atau di rumah.
Psikoterapi suportif
Dapat diberikan kepada anak dan keluarganya. Tujuannya ialah untuk memberi pengertian dan pemahaman mengenai kesulitan yang ada, sehingga dapat menimbulkan motivasi yang konsisten dalam usaha untuk memerangi kesulitan ini.
Pendekatan psikososial lainnya ialah ;
§ Psikoedukasi orang tua dan guru
§ Pelatihan keterampilan sosial bagi anak

B. Penatalaksanaan di bidang pendidikan

Dalam hal ini terapi yang paling efektif ialah terapi remedial, yaitu bimbingan langsung oleh guru yang terlatih dalam mengatasi kesulitan belajar anak. Guru remedial ini akan menyusun suatu metoda pengajaran yang sesuai bagi setiap anak. Mereka juga melatih anak untuk dapat belajar dengan baik dengan tehnik-tehnik pembelajaran tertentu ( sesuai dengan jenis kesulitan belajar yang dihadapi anak ) yang sangat bermanfaat bagi anak dengan kesulitan belajar.


BAGAIMANA PERANAN ORANG TUA DALAM MEMBANTU ANAK DENGAN KESULITAN BELAJAR ?

Guru kelas biasanya tidak mempunyai waktu yang cukup untuk supervisi bagi setiap murid-muridnya. Di sini pentingnya mengapa anak memerlukan bimbingan belajar di luar jam sekolah. Ada orang tua yang mencarikan tenaga guru remedial bagi anaknya, namun ada juga yang mengerjakannya sendiri. Dengan demikian orang tua memainkan peranan yang penting dalam meningkatkan prestasi belajar anaknya. Oleh karena itu ada beberapa petunjuk yang perlu diketahui oleh para orang tua :

Pilih waktu yang baik untuk belajar
Pakai buku yang digunakan guru di sekolah
Ciptakan suasana belajar yang nyaman dan tenang
Melatih anak untuk mendiskusikan isi suatu buku dengan hanya melihat judul buku/sampulnya sebelum anak mulai membaca
Melatih anak untuk mengenal angka atau huruf dengan alat peraga yang dapat diraba dan dengan warna-warna menarik
Melatih anak untuk mengenal operasionalisasi tanda dalam matematika dengan memberikan contoh-contoh dari kehidupan sehari-hari
Hindari komentar yang negatif
Berikan kesempatan kepada anak bila ingin mencoba menyelesaikan pekerjaan rumahnya sendiri
Membantu anak belajar sambil bermain


KESIMPULAN
• Kesulitan belajar merupakan keluhan sering dilontarkan oleh orang tua.
• Berbagai gangguan psikiatrik seringkali mendasari timbulnya kesulitan belajar pada anak, seperti retardasi mental, gangguan tingkah laku, GPPH dan gangguan depresif, dll
• Anak dengan kesulitan belajar akan mengalami penurunan kualitas hidup, sehingga berdampak dalam pengembangan sumber daya manusia di kemudian hari.
• Deteksi dini haruslah dilakukan oleh orang tua di rumah, maupun guru di sekolah.
• Penanganan dilakukan oleh tenaga profesional seperti psikiater anak, dokter anak, psikolog dan tenaga pendidik sehingga anak dapat kembali berprestasi di sekolah dan menjadi sumber daya manusia yang tangguh di kemudian hari.

DAFTAR PUSTAKA
Pataki CS. Normal Child Development. In: Sadock BJ, Sadock VA, Editors. Comprehensive Textbook of Psychiatry. 7tg ed. Lippincott Williams & Wilkins : 2000. p.2534-2549
Spagna ME, Cantwell DP, Baker L. Learning Disorders. In: Sadock BJ, Sadock VA, editors. Comprehensive Textbook

Sumber : Milist Anak Berbakat
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

KIAT BEBAS JERAWAT

Jerawat hanya problema para remaja ? Ah, siapa bilang. Orang dewasa pun banyak yang mengalami masalah kulit yang satu ini. Bagi wanita (terutama), jerawat bukan hanya mengganggu penampilan, tapi bisa menurunkan kepercayaan diri. Karena itu, siapa pun yang berjerawat, biasanya sibuk mencari obat atau penangkalnya. Untuk menanggungi dan mencegah jerawat, simak beberapa tip berikut ini.

Jerawat dan penyebabnya:

Bagian tubuh yang sering mengalami masalah jerawat adalah wajah. Kadang jerawat juga muncul di punggung bagian atas, dada, atau kulit kepala. Penyebabnya, daerah tersebut memiliki kelenjar minyak lebih banyak dibandingkan bagian tubuh lain.
Pada lapisan kulit, terdapat kelenjar minyak yang bermuara pada akar rambut, membentuk suatu unit yang disebut pilosebasea. Kelenjar minyak yang menghasilkan lemak, keluar bersama lemak kulit ari lewat pilosebasea untuk memberi pertahanan pada kulit.
Jika penyumbatan pada saluran pilosebasea maka terjadilah jerawat. Sumbatan tersebut bisa berasal dari penumpukan lemak atau kotoran, yang kemudian membesar, disebut komedo tertutup (white-head). Bila di atasnya menjadi kehitaman, disebut komedo terbuka (black-head). Komedo yang meradang akan menjadi bisul bernanah, dan jika tidak diobati akan menyebar. Jerawat semacam ini, bila tidak ditangani dengan benar, akan menimbulkan noda-noda hitam.

Ada beberapa factor yang dianggap memicu timbulnya jerawat yaitu:

• Faktor hormonal. Hormon androgen berperan penting dalam memicu timbulnya jerawat. Karena itu, jerawat akan bermunculan atau jumlahnya bertambah pada masa sebelum haid atau pada masa pubertas, yaitu saat-saat hormon androgen meningkat.
• Seringkali tanpa disadari, gaya hidupmemicu timbulnya jerawat, misalnya diet atau pola makan yang salah dan tubuh kurang istirahat (misalnya karena banyak bergadang)
• Faktor keturunan. Enam puluh persen penderita jerawat ‘menurun’ dari orangtua mereka
• Penggunaan kosmetik yang salah. Misalnya, kosmetik yang mengandung minyak dan komedogenik (dapat merangsang munculnya komedo), seperti alas bedak, pelembab atau bedak padat. Karena itu, periksalah terlebih dahulu kosmetik Anda, apakah sesuai dengan jenis dan kondisi kulit Anda.
• Terlalu lama berjemur di bawah sinar matahari atau terlalu lama berada di udara panas, lembab, dan berpolusi.
• Penggunaan hormon androgenic (testoteron, progresteron, kortikosteroid), B12 dan obat yang mengandung khlor, brom, yodium

Mencegah:

Bila Anda mempunyai gaya hidup sehat, maka akan terpancar dari kulit Anda yang sehat pula. Bila Anda ingin memelihara dengan cermat kesehatan dan kebersihan, kulit pun akan terpelihara. Maka, hal yang utama dalam menghindari tumbuhnya jerawat adalah kebersihan dan mengurangi kebiasaan yang tidak sehat misalnya banyak-banyak makan makanan yang berlemak, rokok, kurang tidur dan sebagainya. Dengan makan makanan yang sehat dan seimbang, akan membantu tubuh untuk mengeluarkan racun dan bahan-bahan tertentu yang tidak dapat ditoleransi oleh tubuh. Agar metabolisme tubuh lancar, cobalah untuk makan makanan berserat pada pagi hari, lalu minum minuman hangat. Serat makanan ini berfungsi ‘menyikat’ (membersihkan) usus, dan cairan hangat akan mengendurkan usus besar, sehingga akan membantu aliran keluar sisa makanan.
Selain itu, minum air putih kurang lebih 2 liter dalam setiap hari. Air berfungsi ‘mengguyur’ (membersihkan) ginjal, hati, serta organ tubuh yang lain yang ‘bertanggung jawab’ mengeluarkan racun dari dalam tubuh, kulit pun menjadi sehat.
Hindari stress, karena stress dapat menyebabkan reaksi kimia tertentu dalam otak dan bisa mengganggu kerja fungsi organ tubuh lain. Tekanan psikis juga bisa membuat ketidak seimbangan hormon dalam tubuh. Maka, lakukan olahraga pernapasan, seperti yoga atau meditasi, yang akan membantu Anda lebih tenang dan relaks. Ingat juga bahwa kulit mengalami regenerasi pada malam hari. Oleh karena itu, tidur cukup di malam hari amat di perlukan.
Selain gaya hidup yang sehat, kebersihan juga amat penting untuk menghindari jerawat. Bersihkan wajah paling tidak dua kali sehari. Gunakan pembersih berbentuk lotion atau sabun khusus untuk kulit berjerawat (acne soap). Bila Anda memakai sabun, pilih yang mengandung pH 5-6 (sesuai dengan pH kulit). Bagi Anda yang berkulit kering, pilih pembersih yang mengandung pelembab.
Untuk merias wajah, pilih kosmetik yang larut dalam air. Hindari kosmetik yang mengandung minyak karena dapat memperburuk kondisi kulit.

Menanggulangi:

Beberapa peneliti mengatakan bahwa pemberian vitamin bagi penderita penyakit kulit, membuahkan hasil yang cukup baik. Beberapa vitamin yang dibutuhkan kulit dan bisa membantu menanggulangi masalah jerawat, antara lain:
• Vitamin A: jika Anda kekurangan vitamin A, kulit akan menjadi tebal, kasar, dan kering. Vitamin terdapat pada sayuran berwarna hijau dan buah-buahan berwarna kuning dan merah.
• Vitamin C: Merupakan antioksidan yang cukup penting. Gunanya untuk menstimulasi produk kolagen, dan meredakan peradangan, bahkan mencerahkan kulit. Terdapat pada sayuran dan buah-buahan segar
• Vitamin E: Dapat mencegah gangguan regenerasi kulit, dan terdapat pada sayuran, kacang-kacangan, atau biji-bijian

Selain mengkonsumsi makanan bergizi, serta membersihkan wajah secara rutin dan benar, jerawat juga bisa ditanggulangi dengan pengobatan khusus. Obat topical (setempat) yang biasanya mengandung anti bakteri, dapat mengeringkan wajah. Beberapa obat jerawat, bersifat mengeringkan kulit. Namun, setelah obat tak digunakan, kulit bisa pulih kembali. Sedangkan obat tertentu (sistemik). Diterapkan pada penderita yang kondisinya parah, dan harus dibawah pengawasan dokter ahli kulit. (f)

Konsultan: Desiree` Sianipar
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kulit Cantik dan Bersinar dengan Susu

Cara untuk membuat kulit halus, lembut, tips menjadikan kulitbersih, mulus, kulit wajah, badan agar bersih dan mulus. Untuk bisa cantik memang tidak sulit. Tapi juga tidak mudah. Butuh kesabaran dan keuletan yang luar bisa.

Anda tak harus keluar dari rumah dan masuk salon atau rumah kecantikan supaya biasa. Anda bisa diam di rumah. Yang Anda perlukan hanya susu, kesabaran, dan ketekunan. Itu sudah lebih dari cukup. Setelah itu, rasakan bedanya.

Selain baik untuk kesehatan, susu juga baik untuk kecantikan, terutama kecantikan kulit. Lihat saja Cleopatra. Perempuan itu sering mandi susu sehingga kulitnya tetap halus dan cantik. Menurut Martha Siahaan, seorang beautician, susu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kecantikan tubuh. Sebut saja masker susu atau lulur susu. Kedua treatment itu dipercayabisa menghaluskan dan mencerahkan kulit. Perawatan kesehatan dan kecantikan kulit dengan susu ini bisa dilakukan di rumah. Berikut beberapa teknik dan langkahnya:

1. Masker susu

Anda bisa menggunakan yoghurt atau susu sebagai masker. Treatment ini ampuh untuk menghalau penuaan dini dan mengusir noda di wajah. Caranya mudah saja. Masukkan dua sendok teh yoghurt, setengah sendok teh madu, dan jus lemon. Setelah dicampur rata, lumurkan ke wajah dan biarkan meresap selama 15 menit. Setelah itu, basuh muka dengan air hangat.

2. Sour cream (susu asam)

Anda punya masalah dengan pori yang besar dan terbuka? Coba sour cream (susu asam). Caranya, ambil sour cream secukupnya dan lumurkan ke wajah dan leher. Lima belas menit kemudian, cuci wajah dan leher hingga bersih. Dengan perawatan yang teratur, pori-pori akan mengecil dan kulit akan bersinar.

3. Buttermilk

Susu terbukti ampuh mengurangi iritasi kulit, meringankan bintik-bintik merah (pada bayi), mengurangi reaksi alergi pada kulit dan membantu menyembuhkan luka. Jika Anda menderita iritasi atau kulit sensitif, lumurkan saja susu manis atau asam, baik krim atau buttermilk. Biarkan kering sendiri.

4. Mandi susu

Cara ini sudah dikenal masyarakat banyak. Anda bisa menambahkan secangkir susu instan bubuk ke dalam air mandi. Inilah salah satu cara memberikan nutrisi kepada kulit dan melembutkannya. Cleopatra, kabarnya, tak lupa menambahkan susu unta segar ke dalam air sebelum mandi.

5. Scrubbing dengan susu

Tak ada yang lebih baik untuk scrubbing dan pengelupasan kulit selain melarutkan sedikit garam dalam air mendidih dan menambahkan empat cangkir susu instan tanpa lemak ke dalamnya. Tunggu hingga air hangat kuku. Setelah itu, berendamlah selama 20 menit dan lakukan scrubbing dengan loofah. Ini salah satucara mengangkat sel-sel kulit mati dan membuat tubuh dan kulit menjadi lebih putih dan bersih.

sumber: http://kumpulantipspilihan.blogspot.com/2008/10/tips-kulit-cantik-dan-bersinar-dengan.html
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS