Selamat Tahun Baru



Lihat Kartu Ucapan Lainnya
(KapanLagi.com)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

SALTY EGGS RABBIT


Bahan:
* 1 bh tahu, haluskan

* 50 g udang giling

* 4 btr telur asin mentah

* 150 ml susu cair

* 1/2 sdt merica secukupnya

Bumbu Halus:

* 6 btr bawang merah

* 1 sdt ketumbar, sangrai

* 3 btr kemiri, sangrai

Cara Membuat:

* Campur bumbu halus bersama tahu, udang, telur asin, cabai merah, santan, garam dan merica.

* Masukkan pada cetakan berbentuk kelinci. Kukus hingga matang.

* Keluarkan telur dari cetakan kemudian tusuk dengan garpu plastik.

Untuk 4 porsi

Nilai gizi per porsi:

Energi: 126 Kkal

Protein: 10,7 g

Lemak: 7,9 g

Karbohidrat: 1,5
sumber: nakita
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Memasak seru bersama si buah hati

Ibu, jangan jengkel ketika anak anda ingin ikut terlibat di dapur atau saat anak tiba-tiba memberikan kritikan tentang masakan yang anda buat. Kegiatan memasak bisa menjadi sesuatu yang menarik bagi anak. Lebih dari itu jika ibu cermat dengan memasak bersama, anak dapat mengenal berbagai macam sayuran, buah, bumbu masak berikut manfaatnya.

Esther Boylan Wolfson, praktisi tumbuh kembang anak usia dini mengatakan masak bersama anak sangat menyenangkan meski Esther pun mengakui anak-anak pasti akan membuat suasana menjadi kacau dan dapur berantakan. Waktu memasak akan lebih lama apalagi ketika anak mulai mengacau resep. Namun jika ibu perhatikan seksama semua hal kekacauan yang mungkin, tergantikan dengan banyak hal yang bisa dipelajari anak dari memasak.

Kegiatan memasak senang dilakukan anak usia dua tahun ke atas. Meski bentuk keterlibatan dan pembelajaran akan berbeda pada anak usia dua tahun dengan yang lima tahun, namun keduanya dapat terlibat dalam proses memasak. Sehingga memasak bersama anak akan menjadi proses belajar sekaligus waktu untuk bersenang-senang.

Banyak cara yang dapat dilakukan agar hidangan makan malam tetap tersaji meski anda menyiapkannya bersama anak. Langkah-langkahnya antara lain:

* Ajarkan anak terlebih tentang tentang resep. Katakan bahwa resep adalah petunujuk ketika memasak yang harus diikuti. Anak akan belajar bahwa Anda harus membaca petunjuk dan mengikutinya agar hasilnya masakannya enak dan menarik.
* Mengajarkan matematika sederhana. Jelaskan perbandingan jumlah takaran. Mana lebih banyak, setengah cangkir tepung atau satu cangkir? Anda juga dapat mengajarkan mana yang lebih besar sendok teh atau sendok makan. Atau berapa banyak setengah cangkir untuk mendapatkan satu cangkir? Melalui cara ini Anda dapat mengembangkan kemampuan mengurutkan sesuatu dengan benar.
* Ketajaman panca indera. Untuk melatih kepekaan panca indera anak gunakan bahan masakan dengan berbagai tekstur, bentuk, rasa dan aroma. Anda juga dapat menjelaskan fungsi masing-masing panca indera. Jelaskan kulit sebagai indera peraba, biarkan anak merasakan perbedaan antara beras dan kacang-kacangan. Dengan membedakan rasa garam dan gula, anda mengajarkan lidah sebagai indera perasa. Begitu juga ketika Anda membiarkan anak membaui perbedaan berbagai rempah-rempah dengan wanginya serbuk vanili.
* Memperkaya kosakata. Tingkatkan kemampuan bahasa anak dengan memperkenalkan berbagai bahan makanan dan alat memasak atau apapun yang ada di dapur. Tepung, gula, dan telur mungkin sesuatu yang tidak asing dimata dan pendengaran Anda, tapi semua itu menjadi sesuatu yang baru bagi anak usia tiga tahun.
* Pengembangan konsep. Tingkatkan pengetahuan anak Anda mengenai beberapa konsep. Keras dan lunak. Cair dan padat. Panas dan dingin, mentah atau matang, di luar atau di dalam mangkuk, cepat-lambat, dan lain sebagainya.
* Mengajarkan anak tentang hubungan sebab-akibat. Tingkatkan kemampuan anak untuk menjawab pertanyaan seperti, "Apa yang terjadi jika air putih ditambahkan jus buah? Atau buah pisang diganti dengan strawberi?" Dengan begini anak belajar bagaimana menambahkan, mengambil atau merubah salah satu bahan akan mengubah seluruh produk.
* Kerjasama. Kegiatan memasak ternyata dapat meningkatkan kemampuan anak Anda untuk dapat bekerja sama dengan teman-temannya. ini juga termasuk melatih anak untuk bersabar menunggu gilirannya dan bersenang-senang dengan aktifitasnya.

Terdengar menarik bukan? Dengan melakukan satu aktifitas Anda ternyata telah dapat mengajarkan dan meningkatkan berbagai kemampuan anak. Dengan begitu keseimbangan antara otak kanan dan kiri anak terjaga dan anak tumbuh dengan kemampuan dan kecerdasan yang beragam.

sumber: republika
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

RAGAM EMOSI SI 3-5TAHUN


* Takut

Muncul pada usia sekitar 2-4 tahun, biasanya karena suatu pengalaman, ingatan akan sesuatu, peniruan dan pembiasaan. Contoh, takut pada gelap, cerita-cerita seram, gambar-gambar yang menakutkan, dan sebagainya. Reaksi anak terhadap rasa takut bisa bermacam-macam, seperti menangis, berteriak, lari, bersembunyi, dan sebagainya. Seiring usia bertambah, kemampuan berpikir anak berkembang, sehingga anak bisa mengerti dan sadar bahwa situasi/sesuatu yang semula ditakuti, sekarang tidak lagi menakutkan. Rasa takut ini makin lama makin bisa diatasinya. Namun, pada anak tertentu, rasa takut ini bisa bertambah kuat karena proses belajar yang salah. Misalnya, orang-orang di sekitarnya sengaja menciptakan rasa takut terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak perlu ditakuti. Setiap ada badut, anak ditakut-takuti dengan mengatakan, “Awas, nanti kamu dibawa badut, dimakan,” dan lain-lain cerita yang menakutkan, sehingga berkembang rasa takut yang tidak “normal” pada badut. Jadi, apa yang diajarkan oleh orang-orang di sekitarnya bisa sangat memengaruhi rasa takutnya ini. Reaksi anak terhadap rasa takut juga berkembang. Ketika masih kecil kalau takut anak akan menangis atau panik dengan teriak-teriak. Nah, dengan bertambah usia, anak lebih bisa mengendalikan. Mungkin dia hanya bersungut-sungut saja tanda tidak senang atau berdiam diri tetapi jantungnya berdebar-debar karena takut.

* Cemas

Sampai usia 3 atau 4 tahun biasanya anak masih memiliki rasa cemas bila dipisahkan dari ibunya, terutama ketika anak merasa belum punya daya untuk berada sendirian atau belum terbiasa dengan lingkungan selain lingkungan rumahnya. Namun, dengan meningkatnya kemandirian anak, ia akan semakin siap untuk berpisah dari ibunya. Hal yang juga menentukan keberaniannya untuk pisah dengan orangtua adalah lingkungan yang dirasakan aman dan nyaman. Oleh karena itu sekolah perlu menciptakan suasana yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak.

* Marah

Emosi marah pada anak juga akan mengalami perubahan dalam cara dan intensitas pengekspresiannya. Di awal usia anak mengekspresikan rasa marahnya dengan menangis, berteriak, memukul, membanting barang, bahkan dengan cara berguling-guling di lantai. Sambil ditonton banyak orang pun tidak peduli. Hal ini sesuai dengan perkembangan kognitifnya yang juga masih terbatas, terutama kemampuan bahasanya dan ia belum bisa membedakan situasi.Semakin bertambah usia, kemampuan berbahasa anak semakin baik dan ia dapat mengekspresikan perasaan marahnya mungkin masih dengan cara agresif tetapi lebih bersifat agresif verbal, menggunakan kata-kata. Melaluin penanaman nilai dan norma serta contoh perilaku orang-orang di sekitarnya, diharapkan di akhir usia prasekolah anak sudah lebih mampu mengekspresikan emosi marahnya dengan lebih tenang. Bila marah tidak lagi dengan mengamuk di depan umum, melainkan hanya merajuk atau bersungut-sungut.

* Cemburu

Emosi cemburu muncul di usia prasekolah, biasanya karena kehadiran seorang adik. Umumnya, emosi cemburu timbul dalam keluarga kecil yang terdiri atas 2-3 anak, dimana anak berusaha berebut perhatian dan kasih sayang orangtuanya. Reaksi rasa cemburu bisa timbul dalam bentuk anak mengompol, berpura-pura sakit atau berperilaku mengesalkan. Jika tidak segera diatasi oleh orangtua, emosi cemburu ini akan semakin meningkat dan akan berpengaruh buruk pada hubungan antarsaudara. Orangtua harus sadar bahwa setiap anak butuh perhatian dan kasih sayang. Namun, dengan cara dan bentuk serta ukuran yang berbeda sesuai usia.

* Iri hati

Emosi iri hati muncul pada anak usia prasekolah karena ia ingin sesuatu yang dimiliki oleh orang lain. Didorong rasa iri hati, sering terjadi anak merebut mainan temannya. Semakin usia bertambah dan kemampuan berbahasanya pun berkembang, emosi iri hati semakin bisa lebih jelas diketahui dari apa yang diungkapkan anak. Misal, anak merengek pada orangtuanya minta dibelikan mainan seperti yang dimiliki temannya, minta dibelikan tas baru karena kepunyaannya tidak sebaik tas temannya.

* Sedih

Di awal usianya, anak biasa mengungkapkan rasa sedihnya dengan menangis. Biasanya rasa sedih muncul karena ia kehilangan sesuatu yang disenangi/disayanginya, semisal mainan mobil-mobilannya hilang atau binatang kesayangannya mati. Semakin usia bertambah, reaksi emosi anak terhadap rasa sedih lebih banyak diperlihatkan dengan wajah murung, tak mau makan, tak mau bicara, dan lainnya.

* Sayang

Di usia prasekolah, anak menunjukkan rasa sayangnya pada sesuatu dengan memperlakukannya secara baik. Contoh, memeluk dan menciumi boneka kesayangannya, menyimpan mainan kesayangannya dengan baik. Begitu pun pada orang yang disayanginya semisal orangtua, anak bisa mengungkapkan emosi sayangnya secara fisik seperti itu. Semakin bertambah usianya anak pun dapat menyatakan rasa sayangnya dengan cara lain, yaitu mengungkapkannya secara lisan/verbal.

* Gembira

Anak mengekspresikan perasaan gembira sebagai ungkapan dari sesuatu/situasi yang sesuai dengan harapannya dan membuatnya senang. Anak akan mengekspresikannya dengan berbagai cara, ada yang dengan bertepuk tangan, tertawa, melompat-lompat kegirangan dan sebagainya. Semakin usia bertambah, anak dapat mengekspresikan emosi gembiranya dengan cara yang dianggapnya sesuai harapan lingkungannya. Misal, dengan mengucapkan terima kasih, tersenyum, atau mencium ibunya.

* sumber :nakita
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

LoLy SuSu


Bahan:

* 300 g tepung terigu

* 250 g susu bubuk

* 200 g gula halus, ayak

* 250 g margarin, lelehkan

* kertas minyak warna warni, potong segi empat

* Tusukan permen dari plastik

Cara Membuat:

* Sangrai tepung terigu sampai berwarna kecokelatan. Angkat, dinginkan lalu ayak.

* Campur dengan susu bubuk dan gula halus. Aduk sampai rata.

* Tuangi margarin cair, remas-remas hingga menjadi adonan yang dapat dipulung, bentuk bulat sebesar bakso. Tusuk dengan tusukan plastik.

* Bungkus dengan kertas minyak warna warni. Simpan dalam stoples kering dan tutup rapat.

Untuk 15 porsi

Nilai gizi per porsi:

Energi: 246 Kkal

Protein: 4,5 g

Lemak: 4,9 g

Karbohidrat: 25,6 g

* sumber: Nakita.com
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kursus Memasak untuk si Buah Hati

Bagi anak yang gemar membantu orang tua di dapur bisa menambah keterampilannya di tempat ini. Tak hanya belajar meramu aneka bahan dan bumbu menjadi hidangan lezat, sekaligus juga belajar matematika, geografi, dan biologi.

Ya, karena tempat kursus masak anak Klub Dino Bona Indah menerapkan prinsip belajar sambil bermain. Para pengurusnya, Indira Hadi dan Sutji Haryo memaparkan, dengan begitu anak bisa mengambil dua manfaat sekaligus. Selain menguasai keterampilan memasak, anak juga bisa menambah pengetahuannya. Tak lain karena setiap kali hendak mengolah makanan, seperti spageti, dijelaskan dulu asal makanan ini. Lalu anak-anak diminta membuka halaman peta dunia untuk menunjukan di mana Italia berada.

Setelah itu, anak diajak mengamati adonan dan bumbu-bumbu yang dipergunakan. Dengan bahan berupa cabai, secara tak langsung anak menyelami pelajaran biologi. Begitu juga dengan komposisi dan takaran yang dipakai untuk membuat adonan, di situ anak bisa belajar matematika.

Yang jelas, karena diperuntukkan bagi anak-anak, makanan yang diolah pun dipilih yang populer di kalangan mereka. Tentu saja, selama resepnya tidak terlalu rumit, seperti spageti, burger, pizza, nasi goreng, mi, menghias kue tart dan lain-lain. "Sebab tujuan kursus ini adalah mengenalkan dunia memasak, sehingga memasak menjadi aktivitas menyenangkan buat anak," kata Indira.

BUKAN HANYA KLUB MASAK

Tempat kursus masak yang disebut Klub Dino ini berdiri pada 12 November 2001 atas dasar kepedulian beberapa ibu. Mereka yang ingin memberikan keterampilan lebih kepada anak-anak ini adalah Ria Andriani, Amiyanti, Indira Hadi, dan Sutji Haryo. Namun, karena anak-anak juga tertarik mempelajari bidang-bidang lain, dibentuklah kursus melukis, membatik, membuat aksesori, dan komputer.

Adanya berbagai kursus keterampilan di satu tempat, membuat orang tua tidak repot mengantarkan anak-anaknya ke sana-kemari. Tempat ini juga dilengkapi dengan ruang perpustakaan dengan berbagai koleksi buku. Jadi, saat sang kakak belajar memasak, sang adik bisa menimba keterampilan melukis, dan sang ibu bisa relaks di ruang perpustakaan.

MENGAKRABKAN PERALATAN DAPUR

Diharapkan, selepas mengikuti kursus di tempat ini, anak tidak gagap lagi menggunakan peralatan dapur. Mereka juga bisa membantu kedua orang tuanya membuat hidangan sehari-hari. "Bahkan ada juga anak yang bisa mendapatkan uang jajan dari hasil kreasinya membuat penganan," tutur Indira. Anak tersebut, membuat olahan dari resep dasar yang diajarkan di Klub Dino di arisan keluarganya. Ternyata banyak yang memuji hasil masakannya, hingga akhirnya banyak pesanan dari saudara yang mengalir kepadanya.

Di tempat kursus ini anak juga dirangsang berkreasi. Contohnya, untuk penyajian masakan, anak didorong berlomba menata mejanya agar terlihat indah dan menggugah selera. Anak juga harus membuat alas piring hasil kreasinya sendiri, dengan motif dan gambar beraneka ragam agar terlihat serasi dengan masakan yang sudah dibuat.

PAKET REGULER DAN PAKET LIBURAN

Untuk bisa ikut kursus, usia anak harus sudah mencapai 6 tahun. Pertimbangannya, anak-anak seumur itu sudah bisa tertib di dapur. Tangan mereka pun sudah cakap menggunakan peralatan dapur. "Tapi anak-anak di bawah lima tahun pun tak perlu kecewa. Mereka bisa ikut ambil bagian dengan ikut serta menghias hidangan yang telah dimasak," ujar Indira.

Dengan kurikulum menarik, bukan cuma anak perempuan yang tertarik mengikutinya, tapi juga anak laki-laki. Biaya yang harus dikeluarkan untuk setiap kursus tergantung pada jenis masakannya. Untuk paket reguler Rp 65 ribu, di mana anak-anak bisa mengolah 2-3 resep masakan per paketnya. Satu paket selesai dalam satu kali pertemuan.

Jika sudah menyelesaikan satu paket, para peserta bisa mengambil paket selanjutnya dengan resep yang berbeda. "Peserta dibatasi 10-12 anak untuk satu kali pertemuan dengan satu pengajar, satu asisten, dan dua staf yang akan membantu anak saat mengolah makanan," lanjutnya.

Selain paket reguler, ada juga paket liburan. Bedanya, waktu belajar dalam paket ini berlangsung lebih lama, dari jam 09.00 sampai 14.00 selama tiga hari. Biayanya sekitar Rp 300 ribu. Selain kursus memasak, mereka juga bisa menikmati keterampilan lain secara gratis, seperti komputer dan melukis. Pendaftaran dibuka dari Senin sampai Jumat setiap pukul 09.00-16.00 WIB.

Klub Dino Bona Indah
Pertokoan Ruko Bona Indah Blok A1-A2
Jl. Karang Tengah Raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan
Telp. (021)7581 6415
sumber: Nakita.com
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Masa Remaja Nabi SAW

Muhammad yang tinggal dengan pamannya, menerima apa adanya. Ia melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh mereka yang seusia dia. Bila tiba bulan-bulan suci, kadang ia tinggal di Mekah dengan keluarga, kadang pergi bersama mereka ke pekan-pekan yang berdekatan dengan ‘Ukaz, Majanna dan Dhu’l-Majaz, mendengarkan sajak-sajak yang dibawakan oleh penyair-penyair Mudhahhabat dan Mu’allaqat, yang melukiskan lagu cinta dan puisi-puisi kebanggaan, melukiskan nenek moyang mereka, peperangan mereka, kemurahan hati dan jasa-jasa mereka. Didengarnya ahli-ahli pidato di antaranya orang-orang Yahudi dan Nasrani yang membenci paganisma Arab. Mereka bicara tentang Kitab-kitab Suci Isa dan Musa, dan mengajak kepada kebenaran menurut keyakinan mereka. Dinilainya semua itu dengan hati nuraninya, dilihatnya ini lebih baik daripada paganisma yang telah menghanyutkan keluarganya itu. Tetapi tidak sepenuhnya ia merasa lega.

Dengan demikian sejak muda-belia takdir telah mengantarkannya ke jurusan yang akan membawanya ke suatu saat bersejarah, saat mula pertama datangnya wahyu, tatkala Tuhan memerintahkan ia menyampaikan risalahNya itu. Yakni risalah kebenaran dan petunjuk bagi seluruh umat manusia. Kalau Muhammad sudah mengenal seluk-beluk jalan padang pasir dengan pamannya Abu Talib, sudah mendengar para penyair, ahli-ahli pidato membacakan sajak-sajak dan pidato-pidato dengan keluarganya dulu di pekan sekitar Mekah selama bulan-bulan suci, maka ia juga telah mengenal arti memanggul senjata, ketika ia mendampingi paman-pamannya dalam Perang Fijar.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS