Makan Siang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Setelah sarapan sekali di pagi hari, maka beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak makan hingga selesai shalat Ashar. Kemudian beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengambil sesendok makanan minyak zaitun yang dicampur dengan dua tetes cuka dan potongan roti gandum, yaitu kira-kira seukuran genggaman tangan. Hal ini dikarenakan Allah Subhanahu wa Ta’ala pernah berfirman: “…minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api…” (An Nuur : 35). Pengetahuan modern telah menemukan bahwa banyak dari penyakit kanker, seperti kanker tulang, yang menggunakan minyak zaitun untuk proses penyembuhannya. Hal ini seperti yang pernah Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan tentang minyak zaitun: “…pemakan makanan bagi orang-orang yang makan” (An Nuur : 20), dan kalimat sibghun berarti mewarnai seluruh jasad atau ia memiliki sifat mewarnai. Kedokteran modern menguatkan hal ini dan menemukan bahwa minyak zaitun terdiri dari asam lemak yang tidak mengenyangkan. Oleh karena itu, ilmuwan Andrea Well mengatakan bahwa hal ini didapatkan melalui suatu eksperimen, di mana minyak zaitun dapat melelehkan lemak. Ini adalah takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala. Minyak zaitun dapat menjaga seseorang dari pengerasan pembuluh darah, yaitu penyakit yang menyerang otak dan ingatan. Minyak zaitun akan masuk sedikit demi sedikit ke sel yang terserang kanker, menyembuhkannya dan mempengaruhinya, di mana ilmuwan Andrea Well mengatakan karakteristik kanker adalah menyebar antara sel tubuh yang satu dengan yang lain. Dalam hal ini minyak zaitun mempersempit wilayah penyebaran kanker dan menjaga jarak antara sel tubuh dengan yang lain.

Ditemukan pula bahwa minyak zaitun dan cuka ibarat kendaraan yang melelehkan lemak yang sangat padat, di mana akan memberikan minyak kepada pembuluh darah yang telah mengeras. Oleh karena itu, para ilmuwan berpendapat bahwa minyak zaitun dan cuka mem-buldozer pembuluh darah, karena ia membersihkan pembuluh darah dari lemak yang sangat padat, yang dapat menyebabkan mengerasnya pembuluh darah.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Makan Siang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam"

Posting Komentar