Makan Malam Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam


Selesai mendirikan shalat Isya, shalat nawafil (sunnah), kemudian witir dan sebelum mendirikan shalat malam, maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam akan makan malam, yaitu susu kental dengan potongan roti gandum. Pengetahuan modern telah membuktikan bahwa mengkonsumsi segelas susu kental ketika makan malam akan dapat membersihkan sisa makanan yang masih tersisa di usus besar, kemudian ia akan menguraikan sisa makanan tersebut menjadi susunan yang lebih sederhana dan kecil hingga akhirnya memudahkan sisa makanan dan vitamin yang terkandung di dalamnya diserap.

Mengkonsumsi susu kental ketika makan malam akan mengistirahatkan pencernaan dan tidak menyebabkan lambung tidak terisi. Hal ini dikuatkan oleh sebuah studi ilmu kedokteran yang dilakukan oleh Doktor Abdul Basith Sayyid Muhammad dalam sebuah tulisannya yang berjudul “Al Isytisyfaa’ Bi Tho’aamin Nabiy / Berobat Dengan Cara Diet Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam”. Di mana pada tulisannya ini ditunjukkan bahwa makanan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memiliki dua sisi manfaat. Yang pertama adalah dari sisi nilai makanan, di mana makanan dapat menguatkan jasmani. Dan yang kedua adalah dari sisi pencegahan terhadap penyakit, di mana metode diet / makan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam merupakan mukjizat ilahi. Ini semua adalah pilihan Rabb alam semesta untuk dikonsumsi oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, pemimpin segenap makkluk. Ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Sungguh telah ada pada diri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam teladan yang baik bagi kalian semua”.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Makan Malam Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam"

Posting Komentar